Radar Jember – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara memberikan klarifikasi terkait video viral yang menarasikan ketidaklengkapan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Video yang beredar pada Senin (9/3/2026) tersebut dikonfirmasi hanya menampilkan sebagian kecil dari komponen makanan, sehingga memicu persepsi publik yang tidak utuh terhadap standar gizi yang disiapkan pemerintah.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan sebenarnya sangat lengkap dan beragam.
Berdasarkan laporan lapangan, menu hari itu terdiri atas lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, telur rebus, buah naga, susu full cream, hingga roti pizza.
Nanik menjelaskan bahwa ketidaklengkapan dalam video tersebut terjadi karena pihak sekolah menolak mengeluarkan seluruh paket makanan dari kendaraan distribusi saat proses dokumentasi dilakukan.
Mengenai pemilihan lele marinasi yang sempat menjadi sorotan, Ahli Gizi SPPG Pamekasan, Fikri Kuttawakil, memberikan penjelasan teknis dari sisi ketahanan pangan.
Baca Juga: Berikut Rangkuman Dugaan Pelanggaran Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi
Metode marinasi dipilih secara sengaja untuk mencegah berkurangnya kandungan gizi pada ikan sekaligus meningkatkan kadar protein pada hari tersebut.
Selain itu, proses marinasi memungkinkan lele bertahan hingga satu hari penuh, yang sangat penting untuk menjaga keamanan pangan selama proses distribusi ke ribuan penerima manfaat.
BGN memastikan bahwa setiap menu dalam program MBG telah disusun berdasarkan standar keseimbangan gizi yang ketat.
Saat ini, SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani setidaknya 3.329 penerima manfaat yang mencakup siswa dari tingkat PAUD hingga SMA, tenaga pendidik, hingga kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
BGN menegaskan program MBG tetap mengutamakan keamanan pangan dan keseimbangan gizi.
Saat ini pihak BGN terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar proses penyiapan hingga distribusi makanan kepada 3.329 penerima manfaat di wilayah tersebut berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Editor : Imron Hidayatullahh