Radar Jember - Di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang kian memanas, PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan jaminan bahwa pasokan energi untuk kebutuhan dalam negeri tetap berada dalam kondisi yang aman dan terkendali.
Kepastian ini didukung oleh laporan terbaru mengenai pergerakan armada besar mereka di zona merah tersebut.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan bahwa dua dari empat kapal yang beroperasi di wilayah konflik, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah berhasil keluar dari area berisiko dan kini melanjutkan pelayaran dalam kondisi selamat.
Sementara itu, dua armada lainnya, yaitu kapal tangki raksasa VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini masih berada di kawasan Teluk Arab.
Kedua kapal tersebut dalam posisi siaga menunggu momentum yang lebih kondusif sebelum memutuskan untuk melintasi Selat Hormuz.
Pihak Pertamina menegaskan bahwa VLCC Pertamina Pride sedang mengemban misi penting mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk kebutuhan domestik.
Sementara itu, Gamsunoro tengah melayani pengangkutan kargo milik pihak ketiga.
Guna menjaga stabilitas distribusi, Pertamina mengandalkan kekuatan logistik yang sangat besar dengan dukungan sekitar 345 armada kapal yang beroperasi secara global maupun domestik.
Perusahaan juga menerapkan strategi pengiriman yang dinamis melalui metode reguler, alternatif, hingga skema darurat untuk menentukan jalur pelayaran paling aman bagi kebutuhan nasional.
Pemantauan intensif dilakukan selama 24 jam penuh secara real-time terhadap seluruh posisi armada serta keselamatan para kru di lapangan.
Melalui koordinasi erat dengan otoritas maritim setempat, Pertamina berkomitmen menempatkan keselamatan awak kapal dan muatan sebagai prioritas utama demi memastikan rantai pasok energi bagi masyarakat Indonesia tidak terputus oleh dinamika geopolitik dunia.
Sebelumnya, isu tertahannya dua kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz diduga menimbulkan gelombang kepanikan di Jember.
Terjadi panic buying BBM di berbagai wilayah Jember hingga terjadi antrean mengular di sejumlah SPBU sejak Kamis (5/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026).
Antrean BBM bahkan terjadi hingga waktu sahur dan menjelang Subuh.
Editor : Imron Hidayatullahh