Fenomena Langit 2026: Gerhana Bulan Total Akan Hiasi Langit Indonesia, Cek Jadwal Perubahan Warna Bulan Menjadi Merah!

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Selasa, 3 Maret 2026 | 15:37 WIB

Ilustrasi - Bulan tampak berwarna merah darah saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (28/7). Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit atau merupakan gerhana t
Ilustrasi - Bulan tampak berwarna merah darah saat terjadinya fenomena gerhana bulan total di langit Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (28/7). Gerhana bulan total tahun ini merupakan fenomena langka karena terjadi selama 1 jam 43 menit atau merupakan gerhana t

RADAR JEMBER - Kabar menarik bagi para pecinta astronomi dan masyarakat Indonesia. Fenomena alam yang memukau, Gerhana Bulan Total, dipastikan akan muncul menghiasi langit nusantara pada tahun 2026.

Dalam fenomena ini, masyarakat akan berkesempatan menyaksikan wajah Bulan perlahan berubah menjadi merah pekat—yang sering dijuluki sebagai Blood Moon—selama durasi sekitar satu jam.

Fenomena ini menjadi salah satu kejadian astronomi paling dinanti karena dapat disaksikan secara langsung tanpa memerlukan alat bantu khusus.

Mengapa Bulan Berubah Menjadi Merah?

Secara teknis, perubahan warna menjadi merah ini terjadi karena atmosfer bumi membiaskan cahaya matahari ke permukaan bulan saat posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Warna merah pekat yang muncul selama fase totalitas memberikan kesan dramatis pada langit malam.

Jadwal dan Fase Gerhana

Berdasarkan data astronomi, Gerhana Bulan ini akan melewati beberapa fase penting yang dapat diamati di wilayah Indonesia. Berikut adalah perkiraan jadwal lengkapnya:

Fase Awal (Penumbra): Bulan mulai memasuki bayangan samar bumi. Pada tahap ini, Bulan hanya akan terlihat sedikit lebih redup dari biasanya.

Fase Sebagian (Parsial): Sebagian piringan Bulan mulai terlihat "terpotong" saat memasuki bayangan inti (umbra) bumi.

Fase Totalitas (Puncak): Inilah momen paling ditunggu. Seluruh permukaan Bulan akan tertutup bayangan inti Bumi dan berubah menjadi warna merah. Fase totalitas ini diprediksi berlangsung selama kurang lebih 1 jam.

Fase Akhir: Bulan perlahan keluar dari bayangan umbra dan kembali ke bentuk purnama semula.

Lokasi Pengamatan di Indonesia

Kabar baiknya, hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki peluang untuk menyaksikan fenomena ini, mulai dari wilayah barat hingga timur. Namun, visibilitas sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kejernihan langit di masing-masing daerah.

Masyarakat disarankan untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya agar warna merah pada Bulan dapat terlihat lebih kontras dan indah.

Tips Menikmati Gerhana Bulan 2026

Pantau Prakiraan Cuaca: Pastikan langit di lokasi Anda tidak tertutup awan mendung atau hujan.

Tanpa Alat Bantu: Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan sangat aman dilihat langsung dengan mata telanjang.

Gunakan Teropong atau Kamera: Jika ingin melihat detail permukaan Bulan yang kemerahan, penggunaan binokular atau kamera dengan lensa zoom sangat direkomendasikan.

Editor : M. Ainul Budi
Bulan Astronomi gerhana bulan total jadwal Fenomena teropong