Radar Jember - Masyarakat Indonesia bersiap menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Gerhana Bulan Total (GBT) akan menyapa langit Nusantara pada Selasa, 3 Maret 2026. Menariknya, peristiwa alam ini jatuh bertepatan dengan momen spiritual 14 Ramadhan 1447 H.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena posisi sejajar antara Matahari, Bumi, dan Bulan.
"Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi," ungkap Nelly.
Perubahan warna menjadi merah ini merupakan hasil hamburan Rayleigh, di mana atmosfer Bumi menyebarkan cahaya biru dan membiarkan cahaya merah mencapai permukaan Bulan. Secara keseluruhan, proses gerhana akan memakan waktu 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas—saat Bulan tertutup sepenuhnya—berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Visibilitas dan Waktu Pengamatan
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) melalui Wakil Sekretarisnya, Ma’rufin Sudibyo, memaparkan bahwa tidak semua wilayah memiliki durasi tampak yang sama.
Maluku dan Papua menjadi wilayah beruntung yang bisa menyaksikan seluruh fase gerhana. Sebaliknya, wilayah paling barat seperti Aceh hanya akan melihat totalitas selama 16 menit.
"Daerah-daerah lainnya akan mengalami durasi tampak gerhana bervariasi dimana durasi gerhana dimulai sejak terbenamnya Matahari hingga akhir fase sebagian," jelas Ma’rufin dikutip dari NU Online.
Berdasarkan data LF PBNU, puncak gerhana akan terjadi pada pukul 18:33:37 WIB. Perbedaan zona waktu di setiap tempat menjadi penentu kapan masyarakat bisa mulai melaksanakan ibadah terkait fenomena ini.
Seruan Ibadah: Salat Khusuf (Gerhana Bulan)
Momen langka ini bukan sekadar tontonan visual, melainkan juga ajakan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Umat Islam sangat dianjurkan melaksanakan Salat Khusuf jika gerhana terlihat kasatmata di wilayahnya.
"Gerhana Bulan Total adalah dasar penyelenggaraan salat Gerhana Bulan," tulis penjelasan resmi LF PBNU.
Berikut adalah waktu pelaksanaan salat berdasarkan zona waktu:
- WIB: Maghrib – 20:17 WIB
- WITA: Maghrib – 21:17 WITA
- WIT: 18:50 – 22:17 WIT
Panduan Ringkas Salat Gerhana
Salat Khusuf dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Keunikannya terletak pada adanya dua kali rukuk dan dua kali membaca Al-Fatihah di setiap rakaatnya. Bagi imam, disunnahkan mengeraskan (jahar) suara bacaan dan memilih surat-surat yang panjang.
Niat dibaca di dalam hati sesuai posisi masing-masing:
- Untuk Imam: 'أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى'
Artinya: 'Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala.'
- Untuk Makmum:'أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى'
Artinya: 'Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.'
- Untuk Sendiri (Munfarid):'أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى'
Artinya: 'Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Takbiratul Ihram: Diawali dengan takbiratul ihram seperti shalat biasa.
- Membaca Doa Iftitah dan Ta'awudz: Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah dan ta'awudz.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Panjang: Bacalah surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat panjang seperti Al-Baqarah. Bacaan dikeraskan (jahar) suaranya.
- Rukuk: Rukuk dilakukan dengan membaca tasbih (Subhanallah) berulang-ulang. Rukuk pertama dipanjangkan.
- I'tidal: Setelah rukuk, kembali tegak (i'tidal) dan bacalah surat Al-Fatihah serta surat lainnya (misalnya Ali Imran).
- Rukuk Kedua: Lakukan rukuk kedua, namun lebih singkat dari rukuk pertama.
- Sujud: Lakukan sujud dua kali.
- Duduk di antara dua sujud: Duduk sejenak sebelum bangkit untuk rakaat kedua.
- Rakaat Kedua: Rakaat kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti rakaat pertama, namun surat yang dibaca pada bagian berdiri kedua bisa diganti dengan surat lain yang panjang.
- Salam: Shalat diakhiri dengan salam.
Setelah salam, jemaah dianjurkan mendengarkan khutbah yang berisi nasihat untuk memperbanyak dzikir, istighfar, doa, dan sedekah. Mari jadikan peristiwa langit ini sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT di tengah bulan suci Ramadhan.
Editor : Imron Hidayatullahh