Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Perang Iran Vs Israel-AS Picu Gejolak Pasar Global, Gus Fawait: MBG dan KMP Bisa Jadi Proteksi

Maulana RJ • Senin, 2 Maret 2026 | 10:24 WIB

Bupati Muhammad Fawait, di sela-sela melakukan ibadah Umrah di Tanah Suci, Makkah. (Dok. Gus Fawait)
Bupati Muhammad Fawait, di sela-sela melakukan ibadah Umrah di Tanah Suci, Makkah. (Dok. Gus Fawait)

MAKKAH, Radar Jember - ​Konflik bersenjata yang pecah di Timur Tengah, antara Iran dan Irael berserta Amerika Serikat (AS), diprediksi akan membawa dampak sistemik terhadap tatanan ekonomi global.

Tidak terkecuali bagi Indonesia dan beberapa daerah yang sedang memacu pergerakan dan pertumbuhan ekonominya. 

Bupati Jember Muhammad Fawait menyoroti bagaimana ketergantungan pada perdagangan internasional dan fluktuasi harga komoditas energi akan menjadi tantangan baru bagi stabilitas ekonomi nasional.

Menurut dia, s​istem ekonomi terbuka yang dianut Indonesia menyebabkan dinamika ekspor-impor sangat sensitif terhadap gangguan keamanan di jalur perdagangan dunia. 

Baca Juga: Serangan Balik Iran Hantam Israel dan Pangkalan Militer AS

Salah satunya membuat kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu variabel yang paling dikhawatirkan karena dapat memicu efek domino pada harga kebutuhan pokok di tingkat nasional dan lokal.

​"Apa pun yang terjadi di sebuah negara pasti akan berpengaruh kepada kondisi secara global, termasuk dalam konteks ekonomi. Kita tahu bahwa negara-negara, termasuk Indonesia, hari ini menganut open economics dengan adanya ekspor-impor," kata Muhammad Fawait, saat memberikan keterangan terkait kondisi terkini di tanah suci, di sela-sela melakukan ibadah Umrah, (26/01/2026) waktu setempat.

Kepala daerah yang baru saja promosi Doktor Ilmu Ekonomi dan Bisnis di Universitas Airlangga itu meyakini, meski ancaman krisis global mulai nyata, penguatan sektor ekonomi informal dan domestik, dapat menjadi bantalan ekonomi daerah. 

Baca Juga: Abraham Samad Bongkar Kemarahan Presiden Prabowo Saat Tau Banyak Himbara Kucurkan Kredit Ribuan Triliun untuk Korporasi 'Naga'

Terlebih lagi, kebijakan pemerintah pusat hari ini yang berfokus pada pengembangan UMKM, seperti program Koperasi Merah Putih (KMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai sebagai langkah proteksi yang tepat. 

Melalui penguatan sektor bawah, dampak dari penurunan volume perdagangan global diharapkan tidak akan terlalu signifikan dirasakan oleh masyarakat kecil, termasuk di level daerah seperti di Jember.

​"Saya yakin dengan kebijakan pemerintah pusat yang hari ini fokus kepada pengembangan UMKM, contoh lewat Koperasi Merah Putih, lewat MBG, saya yakin kalaupun berpengaruh tapi pengaruhnya tidak signifikan karena kita tahu bahwa krisis dunia di Indonesia bisa segera teratasi berdasarkan sejarah karena Indonesia memiliki permintaan domestik yang besar," jelas dia.

Baca Juga: Darurat Perlindungan Anak, Komisi X DPR Soroti Kasus Oknum Guru SDN di Jember Telanjangi Murid

Ia juga cukup optimistis bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghidupkan sektor informal akan menjaga daya beli masyarakat. 

Penekanan pada ekonomi rakyat ini menjadi kunci utama agar perekonomian tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia yang kian memanas.

"Adanya kondisi peperangan atau dinamika seperti yang terjadi di Iran, ini tentu akan mengakibatkan banyak dampak, sektor-sektor ekonomi dunia akan terpengaruh, termasuk ekonomi Indonesia. Kalau ada hal-hal yang tidak kondusif, pasti pemerintah akan mengambil kebijakan-kebijakan yang taktis. Mudah-mudahan situasi kembali bisa segera damai dan kondusif," pungkas Politisi Partai Gerindra itu. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#IRAN #Jember #USA #kmp #indonesia #Israel #UMKM #Mbg #Ekonomi #harga minyak dunia #dampak perang #konflik timur tengah #iran vs israel #Makan Bergizi Gratis #pasar global #makkah #Amerika Serikat #umrah #Perang Iran vs Amerika Serikat #Koperasi Merah Putih #Gus Fawait