MANGLI, Radar Jember - Kabupaten Jember segera menyambut babak baru dalam penataan lalu lintas perkotaan. Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, secara khusus meninjau rencana pembangunan flyover di perempatan Mangli yang selama ini menjadi titik jenuh kepadatan kendaraan.
Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait, Menteri PU menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengeksekusi proyek strategis ini guna mengurai simpul kemacetan di gerbang masuk Kota Jember tersebut.
Rencana pembangunan ini bukan tanpa pertimbangan matang.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya ke Gus Fawait: Memimpin Lebih Sulit daripada saat Kampanye
Meski awalnya terdapat kajian teknis mengenai manajemen simpang, urgensi dari pemerintah daerah meyakinkan kementerian untuk segera bertindak.
Pertumbuhan kendaraan yang pesat di Jember menuntut adanya infrastruktur yang mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara yang akan padat kembali dalam hitungan tahun.
Menteri Dody Hanggodo menekankan bahwa proyek ini harus memiliki visi jauh ke depan agar tetap relevan dengan perkembangan kota.
"Tadi saya sarankan ke Pak Bupati, kalau kita mau bikin flyover, ya sudah bikin empat jalur sekalian agar sampai 20 tahun mendatang masih aman," kata Dody di sela peninjauan perempatan Mangli, Jember, Minggu (22/2/2026).
Baca Juga: Gus Fawait Ungkap Rahasia Jember Dapat Jatah Revitalisasi Sekolah Terbesar se Indonesia
Pilihan empat jalur ini diambil untuk menghindari risiko penumpukan kendaraan di atas jembatan yang justru bisa lebih berbahaya dibanding kemacetan di jalan biasa.
Pengerjaan megaproyek ini direncanakan akan memulai tahap awal pada tahun 2026 ini. Pemerintah pusat saat ini tengah menunggu kesiapan Detailed Engineering Design (DED) yang sedang digarap bersama tim teknis Kabupaten Jember.
Aspek pembebasan lahan menjadi tanggung jawab yang akan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah agar proses konstruksi tidak menemui kendala sosial.
Lebih jauh, Dody membeberkan, secara teknis, flyover ini akan membentang sepanjang 1,1 kilometer.
Estimasi waktu pembangunan secara normal diprediksi memakan waktu sekitar tiga tahun.
Namun, atas permintaan khusus dari pihak Bupati Gus Fawait, kata dia, memastikan kementerian akan mengupayakan skema percepatan agar jalur utama bisa segera fungsional.
Dody berharap kolaborasi ini menjadi contoh sinergi yang baik antara pusat dan daerah dalam membangun infrastruktur vital.
Sementara mengenai sokongan anggaran, ia membocorkan bahwa proyek flyover ini ditaksir menelan anggaran mencapai Rp700 hingga Rp800 miliar.
Diharapkan, proyek ini ke depan menjadi ikon baru kelancaran transportasi di Jember.
Baca Juga: Gus Fawait Bidik Lompatan Besar 2026, Dari Flyover Mangli sampai Revitalisasi Pasar Tanjung
"Mudah-mudahan di 2026 ini kita sudah bisa mulai kick-off untuk pembangunan empat jalur flyover dari Mangli ke Jember," pungkas Menteri Dody. (mau)
Editor : M. Ainul Budi