RADAR JEMBER - Kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung terus menguat.
Di balik peningkatan public trust itu, nama Jampidsus Febrie Adriansyah dinilai menjadi salah satu tokoh sentral.
Konsistensi dalam membongkar mega korupsi, keberanian menyentuh perkara besar, serta pendekatan penegakan hukum yang tegas namun terukur membuat publik melihat perubahan nyata di tubuh Kejagung.
Bukan hanya soal penindakan, tapi juga soal kepastian hukum dan keberanian membersihkan praktik-praktik lama yang merugikan negara.
Public trust tidak lahir dari pencitraan. Ia tumbuh dari kerja nyata.
Dan hari ini, banyak mata tertuju pada kinerja Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai wajah konsistensi pemberantasan korupsi
Profil Febrie Adriansyah: Sosok "Garda Terdepan" Kejagung dalam Mengusut Korupsi Triliunan
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Febrie Adriansyah kerap menghiasi tajuk utama media nasional.
Sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), ia memimpin divisi paling prestisius sekaligus penuh risiko di Kejaksaan Agung RI.
Di bawah komandonya, Kejagung berhasil membongkar berbagai kasus korupsi dengan nilai kerugian negara yang fantastis.
1. Perjalanan Karier dan Latar Belakang
Febrie Adriansyah merupakan jaksa karier yang telah malang melintang di korps Adhyaksa. Sebelum menduduki kursi Jampidsus, pria kelahiran Jakarta, 19 Februari 1968 ini sempat mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya:
Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta: Di sini, ia mulai dikenal publik karena ketegasannya dalam menangani perkara di ibu kota.
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus: Sebelum menjadi pimpinan divisi, ia adalah orang di balik layar yang meramu penyidikan kasus-kasus besar.
Kepala Kejaksaan Tinggi NTT: Ia juga pernah bertugas di daerah dan memahami dinamika hukum di tingkat wilayah.
2. Menangani Kasus "Mega Korupsi"
Namanya semakin melambung ketika ia berhasil menuntaskan penyidikan kasus-kasus korupsi yang sebelumnya dianggap sulit tersentuh.
Beberapa kasus besar yang ditangani di bawah kepemimpinannya meliputi:
Kasus Korupsi Jiwasraya & Asabri: Penanganan kasus ini menjadi sejarah karena nilai kerugian negaranya mencapai puluhan triliun rupiah dan melibatkan tokoh-tokoh besar di pasar modal.
Kasus Ekspor Minyak Goreng (CPO): Ia memimpin tim dalam mengusut kelangkaan minyak goreng yang sempat meresahkan masyarakat luas.
Kasus Timah (PT Timah Tbk): Salah satu kasus terbaru dengan estimasi kerugian lingkungan dan negara mencapai ratusan triliun rupiah yang melibatkan pesohor dan pengusaha besar.
Editor : M. Ainul Budi