Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aliran Uang Suap Bea Cukai Terkuak, KPK Dalami Peran Pejabat Lain dan Buka Peluang Tersangka Baru

Faqih Humaini • Senin, 9 Februari 2026 | 04:45 WIB
DIBEBERKAN: Pihak KPK saat menampilkan sejumlah BB kasus korupsi DJBC
DIBEBERKAN: Pihak KPK saat menampilkan sejumlah BB kasus korupsi DJBC

JAKARTA, Radar Jember - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aliran uang dalam kasus dugaan suap importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Aliran dana tersebut diduga menjadi kunci pengondisian jalur impor ilegal.

Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, penyerahan uang dilakukan oleh pihak PT Blueray kepada oknum Bea Cukai dalam beberapa tahap.

“Penyerahan uang ini dilakukan beberapa kali dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026 di sejumlah lokasi,” ujar Asep.

Asep menyebutkan, uang tersebut diberikan sebagai imbalan atas pengaturan jalur impor dan manipulasi sistem pemeriksaan barang.

“Penerimaan uang ini juga dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai ‘jatah’ bagi para oknum di DJBC,” katanya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan enam tersangka, yakni Rizal, Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan, John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.

Namun demikian, KPK menegaskan penyidikan belum berhenti pada enam orang tersebut.

Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut menikmati aliran uang suap.

KPK juga mendalami peran pegawai DJBC lain yang terlibat dalam pengaturan rule set dan mesin targeting di Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai.

“Tidak tertutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana,” tegas Asep.

Selain aliran uang, penyidik juga menelusuri aset-aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi untuk kepentingan perampasan aset.

KPK menegaskan, pengusutan kasus ini bertujuan membongkar praktik korupsi sistemik dan membersihkan sektor kepabeanan dari permainan kotor yang merugikan negara. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#PT Blueray #KPK OTT Bea Cukai #John Field Blueray #ott bea cukai jakarta #DJBC #KPK #kepabeanan