Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral Remaja Asal Majenang Ikut Bantu Pencarian Korban Longsor Cisarua, Ngaku Dituntun Panggilan

Imron Hidayatullahh • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:00 WIB
Menyoroti penuturan seorang remaja asal Majenang yang dikenal indigo, Rival terkait proses evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Instagram.com/@infobandungbarat)
Menyoroti penuturan seorang remaja asal Majenang yang dikenal indigo, Rival terkait proses evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Instagram.com/@infobandungbarat)

Radar Jember - Pascabencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, proses evakuasi korban  masih terus dilakukan hingga hari ini, Rabu (4/2/2026).

Sebelumnya, peristiwa longsor yang menimbun 3 kampung di Desa Pasirlangu itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) lalu.

Update terkini, terdapat 3 penemuan kantong jenazah di hari ke-12 proses pencarian korban.

Hal tersebut menambah jumlah keseluruhan korban yang ditemukan sejak hari pertama longsor pada 24 Januari 2026, menjadi 88 kantong jenazah (bodypack).

Anggota SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, melaporkan, dari 88 kantong jenazah tersebut, 66 bodypack di antaranya telah teridentifikasi.

"Progres operasi SAR di hari ke-12 ini, tiga bodypack ditemukan di worksite A3," kata Dian dalam pernyataan resminya di Bandung, Rabu (4/1/2026).

"Kemudian, ada 66 bodypack yang sudah teridentifikasi berdasarkan laporan dari tim DVI. Saat ini sisanya masih terus diidentifikasi," tambahnya.

Berkaca dari hal itu, proses panjang ihwal pencarian korban longsor di Cisarua hingga kini masih terus dilakukan tim SAR gabungan.

Di tengah proses evakuasi, terdapat seorang remaja asal Majenang, Rival, yang dikenal memiliki kemampuan supranatural alias indigo, juga hadir di lokasi bencana.

Dituntun Panggilan Batin

Dalam unggahan Instagram @infobandungbarat, Rabu (4/2/2026), Rival mengaku sudah seminggu lamanya berada di area lokasi bencana.

Rival menuturkan, mulanya ia mendapatkan panggilan batin yang menuntunnya untuk sampai ke lokasi bencana.

"Sudah ada seminggu, awalnya ada panggilan batin, bukan dari perintah siapa-siapa," ungkap Rival.

Terkait proses evakuasi para korban longsor yang dilaporkan hilang akibat tertimbun reruntuhan tanah, Rival meminta para keluarga yang kehilangan untuk menata kesabarannya.

"Mereka perlu sabar, biasanya dapat dilihat dari batinnya," terangnya.

"Dan mereka juga tidak bisa tidur seharian, jagain terus (proses evakuasi, Red)," imbuh Rival.

Perjalanan dari Majenang ke Bandung

Remaja yang dikenal indigo itu bercerita, dahulu dirinya pernah tinggal di Buah Batu, Bandung.

"Saya dulu tinggal di Buah Batu, Bandung, sekarang di Majenang (Cilacap, Red)," sebut Rival.

Rival mengaku bisa datang ke lokasi bencana berkat bantuan dari seseorang yang mengantarkannya dengan sukarela.

"Pergi ke sini awalnya bawa uang sedikit, lalu diminta seseorang untuk diantarkan, 'tidak apa-apa yang penting sampai' (ke lokasi bencana, Red)," terang Rival.

"Saya tidur di masjid, ingin sampai ke sini, karena ada panggilan batin," tandasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#longsor cisarua bandung barat #Anak Indigo #pencarian korban #Bencana Longsor