RADAR JEMBER - Tengah viral di media sosial mengenai akses jalan yang memprihatinkan di Desa Kali Pasir-Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Dalam video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok bernama @president_angler_liar itu menunjukkan cara warga dan anak-anak sekolah menyeberangi Sungai Batanghari.
Setiap harinya terungkap bahwa masyarakat harus menggunakan rakit, sambil berhimpitan karena sekaligus mengangkut motor mereka.
Beberapa video juga menyebut bahwa rakit yang terbuat dari kayu itu hanya bisa menampung maksimal 20 motor sekali jalan.
Menyeberangi Sungai Secara Bergantian
Puluhan siswa mengantre setiap paginya untuk bisa ikut dibawa menyeberang dengan rakit menuju sekolah masing-masing.
“Ditata (motornya) yang rapi, hati-hati. Pelan-pelan, kalau nggak muat, nggak usah dipaksakan karena kapasitas perahu ini kayaknya 20 sepeda motor itu sudah mengerikan, sudah full,” ucap perekam video, dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.
Perekam video juga terus mengingatkan untuk bergantian dan menunggu sampai kloter selanjutnya.
“Prihatin ya, pemandangan setiap hari dan setiap pagi. Ya Allah. Ngeri sekali ini. Sabar ya, nunggu kloter nantinya,” imbuhnya.
Menyebut Ada Perintah Menghapus Video dari Wagub Lampung
Lebih lanjut, pemilik akun kembali mengunggah video lainnya yang menyebut Wakil Gubernur Jihan Nurlela memintanya untuk menghapus postingan kondisi lapangan di Kali Pasir.
Baca Juga: Hanya Bayar Empat Bulan Angsuran, Pelanggar Jaminan Fidusia FIF Dihukum 11 Bulan
“Terima kasih untuk Wakil Gubernur yang semalam sudah menelepon dan suruh menghentikan video saya, saya tidak akan berhenti sebelum jembatan Kali Pasir, Way Bungur ini benar-benar terbangun,” tegasnya.
“Kasihan saya, anak didik generasi bangsa ini. Desa Kali Pasir ini berdiri dari tahun 1960, sekarang 2024. Kalau memang nggak bisa kerja, nggak usah kerja. Kalian digaji dari rakyat, tapi fasilitas rakyat tidak diutamakan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rakit seadanya yang biasa digunakan untuk menyeberang tidak memiliki standar keamanan yang mumpuni.
“Kayak gini coba, nggak ada satu pun alat keselamatan mereka. Jadi, ini nggak ada yang menjamin keselamatan mereka. Perahu ini juga udah rapuh, geram aku,” tuturnya.
Menurutnya, jarak tempuh perahu untuk menyeberang sungai tersebut sekitar 700 meter.
Editor : M. Ainul Budi