RADAR JEMBER - Bagi para pecinta pengamat langit (stargazer), bulan Februari 2026 menawarkan pertunjukan alam yang luar biasa.
Meski merupakan bulan terpendek dalam setahun, Februari kali ini akan diwarnai oleh deretan fenomena mulai dari konjungsi planet hingga hujan meteor yang langka.
Berikut adalah 4 fenomena astronomi utama yang diprediksi akan terjadi sepanjang Februari 2026:
1. Puncak Hujan Meteor Alpha Centaurid (8-9 Februari)
Memasuki minggu kedua, langit malam akan dihiasi oleh hujan meteor Alpha Centaurid.
Fenomena ini paling baik diamati dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia.
Waktu terbaik: Mulai tengah malam hingga menjelang subuh.
Intensitas: Sekitar 6 hingga 10 meteor per jam.
Tips: Carilah lokasi yang minim polusi cahaya dan arahkan pandangan ke rasi bintang Centaurus.
2. Konjungsi Bulan dan Mars (11 Februari)
Pada tanggal 11 Februari, Bulan dan Planet Merah, Mars, akan terlihat sangat berdekatan (konjungsi) di langit malam. Keduanya akan tampak hanya terpisah beberapa derajat saja.
Penampakan: Mars akan terlihat seperti "bintang" kemerahan yang terang tepat di samping lengkungan Bulan sabit.
Cara Melihat: Fenomena ini bisa dinikmati dengan mata telanjang, namun menggunakan binokular akan memperlihatkan detail warna Mars yang lebih kontras.
3. Fenomena Snow Moon / Bulan Purnama Salju (13 Februari)
Bulan purnama di bulan Februari secara tradisional dijuluki sebagai Snow Moon atau Bulan Salju. Nama ini berasal dari tradisi penduduk Amerika Utara karena bulan Februari biasanya menjadi waktu dengan curah salju tertinggi.
Puncak Purnama: Terjadi pada malam tanggal 13 Februari 2026.
Keunikan: Bulan akan tampak lebih besar dan terang saat terbit di ufuk timur, memberikan pemandangan yang sangat fotogenik untuk diabadikan.
4. Elongasi Barat Maksimum Merkurius (25 Februari)
Planet terdekat dengan Matahari, Merkurius, akan mencapai titik terjauhnya dari Matahari jika dilihat dari Bumi. Ini adalah waktu terbaik sepanjang tahun untuk melihat planet yang biasanya sulit diamati ini.
Waktu Pengamatan: Dini hari sebelum Matahari terbit.
Posisi: Merkurius akan tampak cukup tinggi di langit timur sebelum cahayanya "tenggelam" oleh sinar fajar.
Editor : M. Ainul Budi