RADAR JEMBER - Tren penguatan agresif harga emas dunia yang sempat menembus level psikologis US$5.000 pada akhir Januari lalu akhirnya menemui titik balik.
Pada perdagangan Senin pagi, 2 Februari 2026, harga emas di pasar spot terpantau mengalami koreksi tajam.
Hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia melemah signifikan sebesar 2,90% dan kini bertengger di posisi US$4.723,45 per troy ons.
Penurunan ini menandai salah satu koreksi harian terdalam setelah reli panjang yang terjadi sepanjang awal tahun 2026.
Pemicu Utama Pelemahan Harga
Sejumlah analis pasar komoditas menunjuk beberapa faktor utama yang menyebabkan sang logam mulia tertekan hebat pagi ini:
Sentimen Ketua Baru The Fed: Pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden AS Donald Trump memberikan kejutan bagi pasar.
Warsh dikenal memiliki pandangan yang cenderung hawkish, yang memicu ekspektasi bahwa suku bunga AS mungkin tidak akan turun secepat perkiraan sebelumnya.
Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Setelah emas melonjak lebih dari 13% sepanjang Januari 2026, investor mulai melakukan aksi jual masif untuk mencairkan keuntungan.
Kondisi pasar yang sudah masuk area overbought (jenuh beli) membuat koreksi teknikal menjadi tidak terelakkan.
Penguatan Indeks Dolar AS: Mata uang Dolar AS kembali menunjukkan taringnya seiring dengan ketidakpastian kebijakan ekonomi di AS.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Senin 2 Februari 2026: Ada Penurunan?
Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Kepanikan Pasar Perak: Pelemahan emas juga diperparah oleh anjloknya harga perak dunia yang merosot lebih dari 5% di waktu yang bersamaan, menciptakan sentimen negatif berantai di sektor logam mulia.
Editor : M. Ainul Budi