Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Bulan Pascabanjir, Warga Kampung Jamat Aceh Tengah Krisi Air hingga Perpanjangan Masa Tanggap Darurat

Imron Hidayatullahh • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:37 WIB
Warga Kampung Jamat, Aceh Tengah, mengalami krisis air bersih dua bulan pascabanjir. (Instagram/serta_lia_gali)
Warga Kampung Jamat, Aceh Tengah, mengalami krisis air bersih dua bulan pascabanjir. (Instagram/serta_lia_gali)

RadarJember - Krisis air bersih kini dihadapi oleh masyarakat di sebagian wilayah di Aceh.

Salah satunya adalah warga di Kampung Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Dua bulan pascabanjir, para penduduk desa masih mengalami kesulitan mendapat akses air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga bersama-sama berupaya mandiri untuk bisa mengalirkan air ke daerahnya.

Gotong Royong Warga Sambung Pipa Air

Terungkap dari unggahan video akun Instagram @serta_lia_gali, warga di Desa Jamat bergotong royong agar air bisa sampai ke rumah mereka.

“Kami disibukkan dengan gotong royong seperti hari ini, hari ke-61 pascabencana, kami masih berjuang mencari sumber air untuk dapat menetes ke rumah kami,” tulis keterangan unggahan, dikutip pada Jumat (30/1/2026).

Diketahui bahwa momen gotong royong warga tersebut dilakukan pada Rabu (28/1/2026) lalu.

“Pipa air yang hari ini kami masih pasang bersifat darurat lantaran masih banyak kekurangan,” tambahnya.

Sambungan Pipa Air Sering Hanyut Dibawa Arus Sungai

Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga memanggul pipa panjang dan tali sling hingga ke tengah sungai yang sedang kering itu.

Terungkap bahwa sebelumnya sudah ada pipa air yang terpasang, tapi sering hanyut saat sungai sedang meluap.

“Pipa yang sudah terpasang rentan sekali terbawa arus sungai. Jika air naik sedikit saja, pipa langsung terbawa arus sungai karena pipa yang melewati sungai terpasang tanpa tiang penyangga,” imbuhnya.

Aceh Tengah Masih Berstatus Tanggap Darurat

Meski Provinsi Aceh sudah mengumumkan transisi darurat ke pemulihan 90 hari mulai 29 Januari 2026 sampai 29 April 2026, Kabupaten Aceh Tengah kini masih berstatus tanggap darurat.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga memperpanjang masa tanggap darurat mulai 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil karena masih ada 5 desa di Kecamatan Linge dan 3 desa di Kecamatan Ketol yang terisolasi.

Menurut Haili, penyebab 8 desa masih terisolasi karena longsoran jalan dan jembatan belum sepenuhnya terbuka untuk bisa dilewati kendaraan, sehingga bantuan masih disalurkan sepenuhnya via udara.

Editor : Imron Hidayatullahh
#aceh tengah #banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #Pascabanjir Aceh