Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Bulan Pascabanjir Bandang, Anak-Anak di Aceh Utara Masih Hadapi Sulitnya Akses ke Sekolah

Imron Hidayatullahh • Senin, 26 Januari 2026 | 18:18 WIB
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus. (Instagram/rully_xabian)
Anak-anak di Aceh Utara kesulitan akses ke sekolah karena jalan putus. (Instagram/rully_xabian)

Radar Jember - Dua bulan sejak banjir bandang yang menerjang Aceh Utara, sejumlah wilayah masih terkendala akses jalan.

Jalan darat yang putus membuat aktivitas warga terganggu. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Anak-anak yang sudah mulai aktif lagi belajar di sekolah turut terganggu karena jalan yang belum membaik.

Puluhan Anak Kesulitan Menuju Sekolah

Kondisi anak-anak yang sulit untuk bisa sampai ke sekolah ini dibagikan oleh salah satu relawan Aceh, Rully Xabian, dalam unggahan terbarunya.

“Jalan menuju ke sekolah terputus, proses belajar dan mengajar terganggu. Lokasinya di Riseh Tunong, anak-anak menuju ke sekolah terhambat karena akses jalan utama mereka terputus saat banjir bandang pada 26 November 2025,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah pada Senin (26/1/2026).

Setelah jalan putus, terungkap bahwa masyarakat desa sempat melewati sawah warga.

Namun, hal itu tak bisa lagi dilanjutkan karena pemiliknya sudah menutup akses agar sawahnya tidak rusak.

“Sebelumnya, masyarakat lewat sawah warga untuk akses jalan sementara, tapi hari ini, tanggal 26 Januari 2026, pemilik menutup aksesnya karena takut sawah rusak,” lanjutnya.

Video tersebut menunjukkan banyak anak-anak sekolah dengan seragam SD dan SMP yang belum bisa melintas.

Harapan Ada Jalan Baru untuk Memudahkan ke Sekolah

Dalam video tersebut terlihat kondisi jalan aspal yang terputus dan membentang bekas aliran banjir di bawahnya.

Kondisi tersebut menyulitkan serta membahayakan warga dan anak-anak sekolah yang akan melintas karena harus turun ke lokasi bekas aliran banjir.

“Harapannya ya mohon pihak–pihak terkait, pemda, agar segera menangani jalan agar bisa menuju ke sekolah,” ucap salah satu guru dalam video tersebut.

Di sisi lain, jembatan darurat penghubung Desa Riseh dan Dusun Cot Calang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, sudah dapat dilalui masyarakat, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pembangunan jembatan dilakukan oleh personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Polres Lhokseumawe.

Jembatan darurat tersebut diharapkan bisa menjadi penunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial.

Selain jembatan darurat, Pemkab Aceh Utara juga masih memiliki PR untuk bisa menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara).

Pembangunan huntara perlu dikebut untuk bisa rampung dan ditempati oleh warga terdampak sebelum 18 Februari 2026, di mana umat Islam akan masuk bulan Ramadan.

Sementara itu, korban jiwa di Aceh Utara akibat banjir bandang dan tanah longsor November 2025 lalu tercatat 345 orang meninggal dunia, 6 orang masih hilang, dan lebih dari 33 ribu orang mengungsi yang tersebar di 12 kecamatan.

Editor : Imron Hidayatullahh
#banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #aceh utara #Pascabanjir Aceh