Radar Jember - Operasi Tim SAR gabungan masih terus dilakukan untuk mencari warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang terjebak tanah longsor sejak Sabtu dini hari (24/1/2026).
Di tengah masa pencarian warga yang hilang, viral di media sosial seorang anak yang menyaksikan proses evakuasi.
Bocah yang mengenakan kaus Persib Bandung itu mengatakan bahwa beberapa temannya menjadi korban dan tertimbun longsoran.
“Ada 15 orang temen di situ, baru satu yang ditemukan,” ujar anak bernama Dafa dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @gumihooo15 pada Minggu (25/1/2026).
Tak hanya teman bermainnya yang terjebak, kepada perekam video, Dafa mengungkapkan bahwa ada keluarganya yang turut menjadi korban.
“Rumah di sini ada yang selamat satu aja, yang di atas banget,” lanjutnya.
Curhat Warga kepada KDM saat Longsor Menghantam Rumah
Dalam keterangan terpisah, warga Pasirlangu di posko pengungsian menceritakan detik-detik tanah longsor menghantam rumah mereka kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Waktu peristiwa ada di rumah. Saat terdengar ada gemuruh, langsung keluar rumah. Sekitar jam 2 dini hari,” ucap salah satu warga, dikutip dalam unggahan video di akun Instagram Dedi Mulyadi pada Senin (26/1/2026).
Salah satu warga lainnya mengatakan bahwa sebelum tanah mulai longsor, ia merasakan seperti ada gempa bumi.
Selanjutnya, setelah muncul suara gemuruh dari atas, sebagian warga berhasil lari keluar rumah.
Gubernur yang kerap dipanggil KDM itu juga menawarkan pilihan kepada warga untuk direlokasi ke tempat lain.
KDM juga memberikan Rp10 juta per kepala keluarga (KK) sebagai bekal hidup selama 2 bulan ke depan.
“Malam ini saya kasih per KK Rp10 jutaan dulu, cari kontrakan di tempat lain. Jadi, ngontrak dulu di tempat lain, nggak numpuk di sini, malah jadi stres nantinya,” ujar KDM.
Pencarian Korban Longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Per Senin pagi (26/1/2025), menurut catatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sudah ditemukan 25 korban jiwa dari lokasi longsor.
Sebanyak 17 korban sudah berhasil diidentifikasi dan dikembalikan kepada keluarga, sementara 8 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Mengenai korban longsor, disebutkan bahwa ada 30 rumah warga yang tertimbun tanah saat kejadian.
Laporan yang masuk lainnya, ada 80 warga dikabarkan masih hilang dan dalam proses pencarian.
Sementara itu, kondisi tanah yang masih labil membuat proses pencarian dilakukan dengan hati-hati.
Kondisi cuaca yang memburuk karena hujan masih terus mengguyur di lokasi longsor pun membuat opsar sempat dihentikan.
Selain menerjunkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan, pencarian korban juga dilakukan dengan menyertakan tim anjing pelacak K-9.