JAKARTA, Radar Jember - Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terkait kondisi ekonomi dan lingkungan di Indonesia saat ini.
Dalam kesempatan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Jakarta Pusat, Sabtu (17/01/2026), ia menyebut ada ketimpangan serius yang sedang terjadi di tanah air, khususnya pada sumber daya dan kekayaan alam Republik ini.
Ia menilai Indonesia berada dalam situasi yang ironis.
Menurut dia, di banyak negara maju, kerusakan lingkungan biasanya terjadi setelah rakyatnya mencapai titik kesejahteraan tertentu. Namun, di Indonesia, polanya justru berbanding terbalik.
Anies mengemukakan bahwa ketidakadilan ekonomi dan ekologi berjalan beriringan di Indonesia.
"Di banyak tempat, perekonomian memajukan seluruh rakyat, lalu perekonomian dikembangkan terus sampai merusak lingkungan,” katanya.
Ia menyoroti bagaimana eksploitasi alam seringkali tidak berbanding lurus dengan kemakmuran masyarakat lokal.
“Ketika lingkungan rusak, rakyat sudah mendapatkan kesejahteraan. Nah di Indonesia ini, perekonomiannya belum mensejahterakan rakyat, tetapi lingkungannya juga sudah rusak," kata Anies.
Baca Juga: Ramai Usulan MBG Diganti Uang Tunai kepada Wali Siswa, Bupati Jember Gus Fawait: Hemm!
Kondisi itu menurutnya harus segera dikoreksi melalui pendekatan baru, yakni pembangunan ekonomi ekologi yang mengedepankan keadilan bagi manusia sekaligus alam.
Lebih jauh, Anis menyoroti data terkait kerusakan hutan di Indonesia.
Menurutnya, mayoritas kerusakan hutan justru terjadi karena payung hukum yang ada, bukan sekadar tindakan kriminal atau pembalakan liar.
"Menurut data, lebih dari 90 persen, bahkan 97 persen adalah legal. Jadi memang benar ada pembalakan liar, tapi mayoritas terbesar adalah legal. Artinya, ada regulasi, ada aturan main yang harus dikoreksi," beber mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Anis menekankan solusi untuk masalah ini bukan sekadar penegakan hukum di lapangan, namun perombakan kebijakan pada level pemerintah pusat.
"Kalau pembalakan liar itu perlu penegakan hukum, tapi kalau deforestasi legal berarti aturannya yang harus dikoreksi," tambahnya.
Anies memberikan apresiasi kepada Gerakan Rakyat yang berani memasukkan agenda ekologi ke dalam fokus utama organisasi.
Ia juga menyinggung bencana alam yang baru-baru ini terjadi di Sumatera sebagai pengingat bagi semua pihak.
"Peringatan itu hanya berguna kalau kita kemudian berbuat setelah ada peringatan. Tapi kalau ada peringatan dan kita tidak berbuat, nggak ada gunanya. Karena itu jadikan peristiwa kemarin peringatan keras untuk kita berbuat," imbuh Anies. .
Editor : M. Ainul Budi