AJUNG, Radar Jember - Beberapa bulan terakhir, geliat di apron Bandara Notohadinegoro Jember mulai terasa berbeda. Suara deru mesin pesawat kini menjadi rutin memecah keheningan area bandara yang menandai bangkitnya aksesibilitas udara di Bumi Pandalungan ini.
Meski selama ini tampilan fisiknya sering disebut-sebut mirip kantor kelurahan/desa, namun bandara kebanggaan warga Jember itu kini sedang bersiap "lepas landas" menuju era baru konektivitas nasional.
Tidak tanggung-tanggung, Bandara Notohadinegoro kini melayani lima kali penerbangan dalam sepekan.
Mulai Senin hingga Jumat, bandara ini menghubungkan Jember langsung dengan dua episentrum utama Indonesia: Jakarta sebagai pusat ekonomi, dan Bali sebagai gerbang pariwisata dunia.
Baca Juga: Wings Air Terbang Jember - Bali Tanpa Subsidi dan Block Seat, Dorong Ekonomi Aglomerasi Tapal Kuda
Bagi para pelaku bisnis dan investor, perjalanan menuju pusat pertumbuhan ekonomi nasional kini semakin singkat.
Setiap hari Selasa dan Kamis, maskapai FlyJaya hadir memberikan solusi transportasi cepat menuju Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dengan jadwal take-off dari Jakarta pukul 11.30 WIB dan kembali dari Jember pukul 14.15 WIB, mobilitas profesional kini tak lagi terhambat perjalanan darat yang melelahkan.
Tarif tiket yang ditawarkan cukup kompetitif, mulai dari Rp 1,4 hingga 1,5 juta, efisiensi waktu ini menjadi kunci utama untuk menggeliatkan investasi di Jember.
Baca Juga: FlyJaya Turunkan Harga Tiket Jember–Jakarta, Penumpang Bisa Hemat Hingga Rp600 Ribu
Tak hanya urusan bisnis, gairah pariwisata Jember pun ikut terdongkrak.
Melalui maskapai Wings Air, Jember kini terhubung langsung dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.
Hanya dengan tiket tidak sampai atau di bawah Rp 1 juta, penumpang sudah bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata dalam waktu satu jam perjalanan.
Keberangkatan dari Jember dijadwalkan pukul 13.00 WIB, sementara dari Denpasar menuju Jember take-off pukul 11.40 WITA.
Baca Juga: Kado Hari Jadi Jember ke-97, Masuk Wisata Watu Ulo - Papuma Kini Cuma Rp12.500
Menariknya, rute ini juga telah terintegrasi dengan jaringan luas Lion Group, membuka akses bagi wisatawan mancanegara dari Bali untuk langsung mengeksplorasi keindahan alam Jember.
Terbukanya jalur udara ini bukan sekadar soal jadwal penerbangan, tetapi tentang membuka isolasi dan mengundang dunia untuk melirik potensi lokal.
Jember kini bukan lagi kota di ujung timur Jawa yang jauh dari jangkauan, tetapi kota strategis yang siap menyambut wisatawan dan investor dengan tangan terbuka.
Dari bandara yang bersahaja ini, Bupati Jember Muhammad Fawait sempat mengemukakan mimpi besarnya, menjadikan Jember sebagai pemain utama dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Gus Rivqy Tantang Bupati Fawait Bikin Bandara Jember Naik Kelas Usai Buka Rute Jakarta dan Bali
Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengaku bersyukur selama beberapa bulan terakhir langit Jember dihiasi dengan penerbangan pesawat, dukungan masyarakat cukup antusiasme.
"Kami menyadari masih banyak PR (pekerjaan rumah) pengembangan bandara ini. Tapi sudah kita awali, ikhtiar untuk membebaskan Jember dari keterisolasian. Jadi mari kita optimis," ajaknya. (mau)
Editor : M. Ainul Budi