Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Maling Gasak Aki Alat Berat, Warga Lapau Munggu Kota Padang Gotong Royong Perkuat Tanggul Secara Manual

Imron Hidayatullahh • Jumat, 26 Desember 2025 | 21:27 WIB
Warga di Kuranji, Kota Padang perkuat tanggul secara manual tanpa alat berat usai dugaan pencurian aki. (TikTok/aulianolaaa)
Warga di Kuranji, Kota Padang perkuat tanggul secara manual tanpa alat berat usai dugaan pencurian aki. (TikTok/aulianolaaa)

Radar Jember - Ada saja tindakan oknum tak bertanggung jawab di tengah penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Kerugian akibat oknum tersebut harus dirasakan oleh warga Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Warga di wilayah tersebut bergotong royong secara manual tanpa bantuan alat berat untuk penanganan aliran Sungai Guo.

Penanganan Aliran Sungai Dilakukan Manual

Akun TikTok @aulianolaaa mengunggah video para warga yang turun ke sungai dan mengangkat batu hingga gelondongan kayu.

“Karena ulah maling, kampung kami sudah tidak dapat bantuan alat berat lagi, padahal yang berbuat bukan bagian warga kami,” tulisnya dalam keterangan video, dikutip pada Jumat (26/12/2025).

“Warga terpaksa memindahkan batu yang ada di sungai untuk dinaikkan ke tebing karena kemari air sungai meluap lagi,” lanjutnya.

Luapan airnya, menurut keterangan pemilik akun membuat sungai memiliki dua cabang.

Tebing sungai yang sebelumnya sudah ditinggikan dengan alat berat semakin terkikis dan berpotensi untuk jebol.

Dalam video tersebut, tampak warga mengumpulkan kayu gelondongan yang harus diangkat hingga 4 orang dan dijadikan sebagai tanggul.

Sebagian lainnya juga terlihat turun di sungai untuk menata bebatuan agar tanggul makin kokoh.

Alat Berat Ditarik Usai Dugaan Pencurian Aki

Upaya gotong royong warga itu terjadi usai dugaan adanya tindakan pencurian aki alat berat.

“RT kami sudah mencoba mengajukan permintaan alat berat lagi, tapi ditolak karena pernah ada kemalingan aki dari alat tersebut,” tambahnya.

Menurut keterangan tambahan lainnya, kehilangan aki terjadi pada 9 Desember 2025 lalu dan baru beroperasi selama 3 hari.

Ia juga menuliskan bahwa kejadiannya sekitar waktu subuh ketika para warga yang sedang ronda menjaga alat berat terlelap sebentar.

“Selama alat berat bekerja kemarin, warga sudah melakukan ronda dan di hari akinya hilang, warga ronda hingga jam setengah 4 subuh,” tulisnya lagi.

“Saat warga tidur sejenak, di situ maling beraksi karena jarak parkir alat berat agak sedikit jauh dari rumah warga,” sambungnya.

Berharap Bantuan Alat Berat Lagi dan Siap Ronda Lebih Intensif

Pemilik akun juga mengungkapkan bahwa kini, air yang meluap lagi membuat sungai bercabang menjadi dua lagi.

“Kami para warga juga sudah berusaha mencari tau soal aki yang hilang, kami tidak lepas tangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurutnya para warga akan semakin ketat saat ronda jaga alat berat jika bantuan datang lagi ke kampungnya.

“Kami para warga sudah sepakat jika kami dapat bantuan alat berat lagi, kami akan melakukan ronda lagi secara bergantian dan parkir alat berat akan disediakan di depan rumah warga,” tukasnya.
***

Editor : Imron Hidayatullahh
#padang #banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #Pascabencana Sumatera #Sungai Guo