Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Air Mata Bahagia di Aceh Tamiang, Hilangkan Cemas Setelah Bisa Telepon Anak di Pengungsian

M. Ainul Budi • Selasa, 16 Desember 2025 | 00:23 WIB
Tangkapan layar seorang ayah yang akhirnya bisa menghubungi keluarganya lewat panggilan telepon di posko pengungsian banjir Aceh Tamiang. (TikTok/PetuahTV)
Tangkapan layar seorang ayah yang akhirnya bisa menghubungi keluarganya lewat panggilan telepon di posko pengungsian banjir Aceh Tamiang. (TikTok/PetuahTV)

RADAR JEMBER - Bencana banjir tidak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga memutuskan komunikasi, meninggalkan rasa cemas yang mendalam bagi para pengungsi dan keluarga yang terpisah.

Di tengah kondisi sulit ini, sebuah momen haru terekam di pengungsian Aceh Tamiang ketika seorang ayah akhirnya bisa terhubung kembali dengan buah hatinya.

Momen emosional ini diabadikan dan diunggah oleh akun TikTok @PetuahTV pada Senin 15 Desember 2025.

Video tersebut menjadi pengingat bahwa koneksi sederhana, seperti panggilan video, adalah kebutuhan vital yang membawa kedamaian batin.

Dalam rekaman singkat tersebut, terlihat seorang pria pengungsi tampak sangat bahagia dan lega.

Ia berhasil mendapatkan akses internet dan langsung menggunakannya untuk menghubungi keluarganya yang berada di tempat lain.

Kebahagiaan pria itu memuncak saat ia terhubung langsung melalui panggilan video dengan anaknya yang masih kecil. Rasa rindu dan cemas yang tertahan seketika sirna.

Sambil tersenyum lega, pria itu menyampaikan pesan sederhana namun bermakna kepada putranya melalui sambungan telepon.

"Udah bisa nelpon, hubungi bapak ya," ucap pria tersebut.

Ia menutup percakapan singkat itu dengan ungkapan syukur karena akses komunikasi telah kembali normal, memungkinkan ia memulihkan kontak dengan orang-orang terkasih.

"Udah bisa internetan, bisa terhubung sama keluarga," pungkasnya.

Editor : M. Ainul Budi
#korban #aceh tamiang #bencana banjir #pengungsian #Banjir