Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral 'Gunung Menangis' Muncul di Lombok Timur, Air Terjun Dadakan yang Diduga Akibat Maraknya Alih Fungsi Lahan

Imron Hidayatullahh • Rabu, 10 Desember 2025 | 23:37 WIB
Menyoroti kemunculan air terjun dadakan di lereng Bukit Sembalun, Lombok Timur yang memicu kekhawatiran warga terhadap bencana banjir bandang. (Instagram.com/@tante.rempong)
Menyoroti kemunculan air terjun dadakan di lereng Bukit Sembalun, Lombok Timur yang memicu kekhawatiran warga terhadap bencana banjir bandang. (Instagram.com/@tante.rempong)

Radar Jember - Beredar di media sosial (medsos), tentang fenomena “gunung menangis” yang menampakkan air terjun dadakan di sejumlah lereng perbukitan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam cuplikan video yang dibagikan ulang akun Instagram @tante.rempong.official pada Rabu (10/12/2025), fenomena itu diduga akibat hujan deras yang mengguyur di lereng perbukitan itu.

"Hujan deras selama beberapa jam memunculkan air terjun dadakan di lereng perbukitan Sembalun, Lombok Timur," tulis akun tersebut.

"Aliran air terlihat jatuh dari berbagai titik, bikin warga panik," sambungnya.

Kondisi tersebut juga membuat warga khawatir karena dugaan kuat tentang maraknya alih fungsi lahan di kawasan lereng Sembalun. Berikut ulasannya.

Warga Dibayangi Trauma Masa Lalu 

Secara terpisah, Ketua Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup (KPLH) Sembapala Sembalun, Rijalul Fikri, mengungkapkan fenomena air terjun dadakan itu membuat warga setempat menjadi khawatir terhadap ancaman bencana.

"Paniklah karena trauma masa lalu juga, ketika banjir besar yang sampai menelan korban jiwa," terang Rijal dalam keterangan resminya, pada Senin (8/12/2025).

"(Bencana saat itu, Red) merusak perumahan dan persawahan warga, terutama masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai," imbuhnya.

Dinilai Bukan Fenomena Baru

Dalam kesempatan yang sama, Rijal menyoroti fenomena 'gunung menangis' itu sebagai suatu fenomena yang bukan sekali ini terjadi.

Fenomena air terjun dadakan ini sebelumnya sudah muncul beberapa kali kala hujan deras, tetapi tak sebesar kali ini.

"Tumben sebanyak dan sederas hari ini, sampai-sampai di medsos ramai-ramai menyebutnya gunung menangis," tutur Rijal.

"Karena terlihat dari jauh tiba-tiba mengalir dengan deras dari atas bukit," tambahnya.

Persawahan Warga Ikut Terendam

Rijal menuturkan, air terjun yang mengalir dari perbukitan tersebut juga menyebabkan debit air sungai meluap sehingga menyebabkan persawahan warga terendam.

Ia menilai, kurang lebih ada sekitar tiga hektare sawah warga yang terdampak.

"Menurut analisis saya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan banjir ini, yaitu intensitas hujan yang sangat tinggi," terang Rijal.

"Serta alih fungsi lahan, baik untuk pembangunan vila maupun perkebunan," tandasnya.

Berkaca dari hal itu, warga di Sembalun, Lombok Timur, sejatinya pernah dilanda banjir bandang akibat derasnya hujan disertai angin kencang pada Maret 2012 silam.

Luapan dari Hulu Gunung Rinjani

Pada bencana banjir yang pernah melanda Lombok Timur pada 2012 itu, sedikitnya seribu jiwa harus diungsikan karena permukiman mereka terendam.

Kala itu, banjir terparah terjadi di wilayah Desa Belanting, Kecamatan Sambelia.

Di desa ini, sedikitnya 700 jiwa harus diungsikan, setelah permukiman mereka diterjang air bah disertai batu yang berasal dari luapan Sungai Putik yang membelah Kecamatan Sambelia.

Banjir juga sempat menerjang beberapa desa lain yang seluruhnya terletak di kawasan kaki Gunung Rinjani.

Luapan sungai yang berhulu di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, itu tercatat pernah menyebabkan sedikitnya 200 warga harus dievakuasi dari Desa Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Editor : Imron Hidayatullahh
#sembalun #lombok timur #gunung menangis