Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ada Bantuan dari Malaysia hingga China, Menhan Klarifikasi: Itu Personal untuk Mualem, Bukan Bantuan Asing ke Indonesia

Imron Hidayatullahh • Rabu, 10 Desember 2025 | 22:06 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin buka suara mengenai bantuan negara lain yang dikirim ke Aceh. (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin buka suara mengenai bantuan negara lain yang dikirim ke Aceh. (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)

Radar Jember - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin buka suara mengenai Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang mengizinkan bantuan dari negara lain seperti Malaysia hingga China.

Menhan Sjafrie menyatakan bahwa bantuan diberikan oleh negara-negara tersebut dilakukan dalam hubungan personal dengan Gubernur Aceh yang kerap dipanggil Mualem itu.

Oleh karena itu, menurut Sjafrie, itu tidak termasuk dalam kategori bantuan asing yang diterima oleh Indonesia dalam menangani banjir Sumatera.

Penanggulangan Bencana Ditangani Sendiri oleh Pemerintah Indonesia

Menyoroti kedatangan tim dari China, Sjafrie mengatakan bahwa itu adalah bantuan untuk Mualem dalam pencarian jenazah korban yang tertimbun lumpur.

“Ya sebetulnya yang dimaksud itu adalah (bantuan, Red) personal yang dari China, itu untuk menemukan (korban, Red), itu bukan bantuan asing,” ujar Sjafrie kepada awak media di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (9/12/2025).

“Itu bantuan personal kepada Mualem yang mau mencari jasad-jasad dari para korban bencana,” tambahnya.

Sjafrie mengungkapkan bahwa sampai saat ini, penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dalam kapasitas pemerintah.

“Tetapi secara keseluruhan penanggulangan bencana yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta Aceh itu ditanggulangi secara mandiri,” lanjutnya.

Indonesia Punya Peralatan dan Bantuan yang Memadai

Mengenai distribusi bantuan dan penanganan, Sjafrie sempat membeberkan bahwa Indonesia masih mampu untuk melakukannya sendiri.

Hal itu termasuk dalam peralatan dalam proses distribusi hingga stok bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di 3 provinsi.

“Bangsa kita sekarang sudah memiliki kemampuan sendiri, baik dari sisi peralatan angkut darat, laut, maupun udara, logistik, obat-obatan, hingga tenaga medis,” ucap Sjafrie.

Perguruan tinggi juga turut membantu dalam proses penanganan bencana, sehingga kekuatan SDM pun telah tercukupi.

Kondisi penanganan bencana kali ini, kata Sjafrie, berbeda dengan saat Indonesia menghadapi tsunami 2004 silam ketika masih banyak bergantung pada negara lain.

“Dulu kita belum mandiri. Sekarang penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bisa kita lakukan sendiri,” kata Sjafrie.

“Beliau (Presiden Prabowo, Red) sudah mengambil evaluasi bahwa bencana ini adalah bencana yang bisa kita atasi oleh bangsa sendiri,” sambungnya.

Gubernur Mualem Tak Melarang Aceh Terima Bantuan Negara Lain

Sebelumnya, Gubernur Mualem mengatakan bahwa Aceh telah menerima bantuan obat-obatan dan tenaga dokter dari Malaysia.

Mualem mengungkapkan bahwa dirinya selalu memberi lampu hijau bagi semua pihak yang ingin memberikan bantuan kepada Aceh.

“Tidak ada larangan dan kemarin saya dengar orang mencari mayat-mayat tapi semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semuanya lancar,” ucap Mualem kepada awak media seusai rapat dengan Presiden Prabowo di Aceh pada Minggu malam (7/12/2025).

“Mereka tolong kita, masa kita persulit, kan bodoh,” tuturnya.

Sementara tim yang didatangkan dari China memang akan fokus dalam pencarian korban meninggal dunia yang masih tertimbun lumpur pascabanjir.

“Itu kepakaran mereka, itu tugas mereka yang datang ke sini,” lanjutnya.

Tim tersebut, menurut penjelasan Mualem, bukan berasal dari pemerintah China, melainkan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Itu saya rasa dari LSM juga berkaitan dengan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Menhan Sjafrie #Bantuan Asing untuk Aceh #gubernur aceh #banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #mualem #bencana Sumatera