Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone, Damkar Ungkap Akses Evakuasi dan Kepanikan Jadi Pemicu Banyaknya Korban Jiwa

Imron Hidayatullahh • Rabu, 10 Desember 2025 | 17:15 WIB
Tangkapan layar momen kebakaran gedung Terra Drone yang tewaskan 22 orang. (X/dimarsasongko98)
Tangkapan layar momen kebakaran gedung Terra Drone yang tewaskan 22 orang. (X/dimarsasongko98)

Radar Jember - Kebakaran yang melanda gedung Terra Drone di Jakarta pada Selasa (9/12/2025) menewaskan banyak orang.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara mengungkap beberapa penyebab kematian para korban.

Bayu menjelaskan bahwa banyaknya korban meninggal disebabkan kombinasi antara keterbatasan akses evakuasi menuju lantai atas dan kepanikan para penghuni gedung.

Ia mengatakan, kebakaran terjadi pada pukul 12.43 WIB, saat sebagian besar karyawan sedang menikmati waktu makan siang.

Kondisi inilah yang membuat banyak orang berada di lantai-lantai atas ketika api mulai muncul di lantai dasar.

Menurut Bayu, total 22 orang karyawan Terra Drone ditemukan meninggal dunia dan seluruh jenazah sudah dievakuasi serta dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Ada 22 orang yang meninggal dunia. 15 wanita, 7 orang laki-laki,” ujarnya.

 Baca Juga: Belum Pulih dari Banjir Bandang, Sumut Kini Dihantui Bibit Siklon Tropis 91S Pemicu Hujan Ekstrem dalam Sepekan ke Depan

Kebakaran Berawal di Lantai Bawah, Asap Menyebar Cepat ke Lantai Atas

Bayu mengungkapkan bahwa titik api berada di area lantai dasar bangunan.

Kendati demikian, asap pekat yang menyebar menuju lantai atas menjadi faktor yang memperparah kondisi di dalam gedung.

“Kebakaran ini hanya di lantai bawah dan kami berhasil memadamkan lantai bawah, tapi karena asap yang sampai ke atas ini yang juga menjadi perhatian. Artinya, kemungkinan meninggal ini karena kehabisan (oksigen/napas, Red),” jelasnya.

Lebih lanjut, Bayu menyebut bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 dan lantai 5.

Disebutkan bahwa korban kemungkinan besar terjebak akibat akses evakuasi yang tidak memadai atau tertutup asap sehingga mereka sulit mencapai area aman.

Selain korban meninggal, beberapa karyawan lain mengalami luka-luka akibat pecahan kaca dan insiden lain terkait upaya menyelamatkan diri.

Upaya Evakuasi dan Penyelamatan

Saat kejadian, gedung diperkirakan diisi sekitar 80 karyawan. Dari jumlah tersebut, tim damkar berhasil menyelamatkan 19 orang dari berbagai lantai.

Alhamdulillah kami selamatkan 19 jiwa,” kata Bayu.

Sebelum petugas tiba, beberapa karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Namun, upaya itu tidak berhasil menahan laju api maupun mencegah asap menyebar.

“Informasi yang saya terima sudah berupaya dipadamkan dengan APAR, itu sekitar 5 unit APAR berupaya untuk memadamkan,” ujarnya.

Bayu juga menyebutkan bahwa jenis material yang terbakar turut memperparah kondisi.

Diduga terdapat baterai medium yang berada di area bawah gedung, sehingga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait risiko kebakaran dari material tersebut.

“Karena jenisnya baterai medium di bawah mungkin perlu evaluasi kembali,” pungkas Bayu.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Kebakaran #korban jiwa kebakaran #gedung terra drone terbakar #Gedung Terra Drone #Kebakaran Gedung Terra Drone