Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Misteri Tumpukan Kayu di Hulu Garoga: Bareskrim Telusuri Jejak Longsor hingga Dugaan Land Clearing oleh PT TBS

Imron Hidayatullahh • Selasa, 9 Desember 2025 | 20:24 WIB
PASCABANJIR: Tangkapan layar kondisi desa Garoga setelah diterjang banjir yang diikuti material kayu gelondongan.
PASCABANJIR: Tangkapan layar kondisi desa Garoga setelah diterjang banjir yang diikuti material kayu gelondongan.

Radar Jember - Tim penyidik Bareskrim Polri bergerak cepat menelusuri dugaan keterlibatan perusahaan dalam temuan gelondongan kayu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, Sumatera Utara.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus investigasi usai banjir bandang yang menerjang wilayah itu dan menimbulkan kerusakan parah.

Penyidikan dilakukan untuk memastikan apakah material kayu yang menyumbat aliran sungai memiliki kaitan dengan aktivitas manusia, termasuk dugaan pembukaan lahan secara ilegal.

PT TBS Akan Diperiksa Terkait Dugaan Land Clearing

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengungkapkan bahwa tim akan memeriksa salah satu perusahaan yang diduga memiliki aktivitas land clearing di kawasan hulu Sungai Garoga, yaitu PT TBS.

“Kegiatan penyelidikan oleh tim akan dilanjutkan dengan pemeriksaan salah satu perusahaan yang berada di hulu Sungai Garoga yang terindikasi adanya kegiatan land clearing oleh perusahan PT TBS tersebut,” tutur Irhamni kepada wartawan pada Selasa (9/12/2025).

Pemeriksaan ini menjadi langkah lanjutan setelah tim penyidik menemukan berbagai jenis kayu gelondongan di area terdampak.

 Baca Juga: Psikolog Ingatkan Pemerintah Dampak Banjir Sumatera Tak Hanya soal Materi, Sebut Psikologis Warga Harus Diperhatikan

27 Sampel Kayu Diambil, Police Line Terpasang

Irhamni menjelaskan bahwa tim telah melakukan pengamanan lokasi dan pengumpulan barang bukti berupa kayu-kayu yang berserakan di sekitar DAS.

“Dua puluh tujuh sampel kayu telah diambil, police line terpasang, dan dua jembatan telah diperiksa. Barang bukti kayu telah disisihkan, dispesifikasikan, dan dikategorikan oleh ahli,” katanya.

Langkah ini memastikan setiap sampel dapat dianalisis untuk mengetahui asal-usulnya, apakah memang akibat bencana alam atau ada indikasi aktivitas penebangan dan pengangkutan oleh pihak tertentu.

 

Identifikasi Awal: Kayu Campuran dari Berbagai Sumber

Dari hasil identifikasi awal, penyidik menemukan bahwa kayu-kayu tersebut berasal dari beragam proses. Irhamni menjelaskan bahwa kayu yang ditemukan bukan berasal dari satu jenis aktivitas saja.

"Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori, kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar (dengan alat berat), kayu hasil longsor, dan kayu hasil pengangkutan loader," ungkapnya.

Kombinasi kayu dengan karakteristik berbeda inilah yang mendorong penyidik memperluas pemeriksaan, termasuk mengecek kemungkinan praktik ilegal yang memperparah dampak banjir.

Penyelidikan Diperluas hingga Pesisir

Selain di Sumatra Utara, tim penyelidikan Sumatra Barat disebut juga turut melakukan penelusuran lanjutan. Fokusnya adalah mengidentifikasi kayu-kayu yang berada hingga ke wilayah pesisir.

"Tim penyelidikan Sumatra Barat akan melakukan inventarisasi kayu yang berada di pesisir laut apakah akibat bencana atau ada campur tangan manusia terkait kayu-kayu gelondongan tersebut," pungkas Irhamni.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Banjir Aceh Sumut Sumbar #Kayu Gelondongan Banjir Sumatera #banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #Land Clearing #Pascabanjir #bencana Sumatera