Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

BIKIN MERINDING! Kematian Janggal di Kostel Gajahmungkur: Dosen dan Polisi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Redaksi Radar Jember • Sabtu, 22 November 2025 | 19:35 WIB
jenazah dosen Untag yang di evakuasi dari salah satu hotel yang ada di semarang. (Dok. Radar Jember)
jenazah dosen Untag yang di evakuasi dari salah satu hotel yang ada di semarang. (Dok. Radar Jember)

Radar Jember - Seorang dosen berinisial D (35) ditemukan meninggal dunia di sebuah kos-hotel (kostel) di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Pihak keluarga meminta proses autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian perempuan yang diketahui bekerja sebagai dosen di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari detikJateng, D ditemukan tak bernyawa pada Senin (17/11) pagi di kamar kostel tempat ia tinggal bersama seorang pria yang disebut sebagai anggota Polri.

Pria tersebut juga yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi tak bernapas.

D diketahui telah menetap di kostel itu sekitar dua tahun. Sebelum kejadian, perempuan asal Purwokerto itu memang memiliki riwayat penyakit dan sempat menjalani perawatan.

Dalam catatan medis, tekanan darahnya pernah mencapai 190, sementara gula darahnya menembus angka 600.

Pada malam sebelum ditemukan meninggal, D dikabarkan meminta tubuhnya diolesi minyak kayu putih.

Keesokan paginya, D ditemukan dalam keadaan telentang dan tanpa busana di lantai kamar. Saat diperiksa, ia sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Pria yang bersamanya segera melapor ke Polsek Gajahmungkur.

Polisi menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hanya ditemukan bekas infus yang didapat ketika ia berobat beberapa hari sebelumnya.

Meski demikian, keluarga tetap meminta autopsi untuk memperjelas penyebab kematian.

Situasi di lokasi kostel terlihat lengang, dan pihak pengelola menolak memberikan penjelasan.

“Saya nggak mau ngasih info apa pun,” ujar salah seorang petugas pada Selasa (18/11).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, membenarkan bahwa autopsi dilakukan atas permintaan keluarga.

Ia menyatakan pihaknya masih menyelidiki kebenaran kabar bahwa pria yang bersama korban merupakan anggota polisi.

“Kami masih dalami dulu. Setelah proses selesai, semuanya akan dijelaskan,” kata Andika.

Ia juga menegaskan bahwa pria tersebut belum diamankan karena sejauh ini tidak ditemukan indikasi kekerasan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, mengatakan belum menerima laporan resmi mengenai kejadian itu.

“Saya baru tahu dari berita. Ini masih saya konfirmasi ke Polrestabes,” ujarnya.

Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, membenarkan bahwa korban adalah dosen Fakultas Hukum Untag dan pria yang bersamanya merupakan anggota Polri yang berdomisili di kawasan Kedungmundu, Tembalang.

Sebelumnya, Nasoir menyampaikan bahwa korban ditemukan meninggal sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban menginap satu kamar dengan pria tersebut, namun polisi belum dapat memastikan hubungan keduanya.

Pria itu juga tidak diamankan dan hanya dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.

Dari pemeriksaan awal, korban diperkirakan meninggal akibat sakit.

Dua hari sebelum kejadian, keduanya diketahui sempat berobat ke RS Tlogorejo dan disarankan menjalani rawat jalan.

Hasil pemeriksaan Inafis dan dokter RSUP Dr Kariadi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Penulis : Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#selingkuh #Dosen #untag #anggota polri #polisi #AKBP #polda jateng