Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kasus Ledakan SMAN 72, Gubernur DKI Pastikan Tak Terkait Bullying atau Intoleransi: Pelaku Hanya Terpengaruh Konten!

Imron Hidayatullahh • Kamis, 13 November 2025 | 23:27 WIB

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (tengah) menyebut tidak ada praktik bullying di SMAN 72 Kelapa Gading. (Instagram/pramonoanungw)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (tengah) menyebut tidak ada praktik bullying di SMAN 72 Kelapa Gading. (Instagram/pramonoanungw)

Radar Jember - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa tidak ada praktik bullying di lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang berkaitan dengan kasus ledakan hingga melibatkan seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Pernyataan ini disampaikan Pramono setelah munculnya berbagai spekulasi publik mengenai latar belakang pelaku.

Menurut Pramono, pihak sekolah sudah membantah isu perundungan yang sempat dikaitkan dengan kasus tersebut.

Gubernur DKI itu menegaskan bahwa pelaku bukan korban bullying, melainkan terpengaruh oleh konten yang ditontonnya.

“Memang spekulasinya berbagai hal, tadi kan teman-teman di SMA 72 sendiri mereka juga membantah tidak benar dengan adanya bullying,” ujar Pramono kepada awak media di Jakarta pada Kamis (13/11/2025).

 Baca Juga: UPDATE: Kenaikan Gaji PNS TNI Polri Diadakan Per 1 November, Menkeu Purbaya Benarkan Dan Jelaskan Baru Cair Tanggal Ini

Pelaku Diduga Terinspirasi dari Tayangan Kekerasan

Lebih lanjut, Gubernur DKI meyakini tindakan pelaku yang merakit bahan peledak dipicu oleh tayangan-tayangan yang mengandung unsur kekerasan.

“Persiapan dengan tujuh bahan peledak, memang saya yakin pasti itu karena terinspirasi, terpengaruh oleh apa yang dia tonton,” lanjutnya.

Tak Terkait Diskriminasi dan Intoleransi

Pramono juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan isu diskriminasi maupun intoleransi, seperti yang sempat beredar di masyarakat.

Mantan sekretaris kabinet itu menyebut pelaku sama sekali tidak memiliki latar belakang yang berhubungan dengan masalah tersebut.

“Jadi persoalan di 72 kan banyak orang berspekulasi, ini enggak ada hubungan sama sekali dengan diskriminasi, tidak ada sama sekali dengan intoleransi karena yang melakukan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan itu,” kata Pramono.

Pemprov DKI Dorong Pencegahan melalui Pendidikan

Sebagai langkah tindak lanjut, Pramono meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memperkuat program pendidikan pencegahan di sekolah-sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah munculnya kasus serupa di masa depan.

Nah, yang seperti itulah yang kemudian saya akan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk dilakukan pendidikan dan pencegahan karena yang seperti itu dampaknya sangat tidak baik,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#bullying #pramono anung #Ledakan SMAN 72 Jakarta #gubernur dki jakarta