Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral! Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Polisi Dalami Lima Titik Kunci Terkait Terduga Pelaku

Redaksi Radar Jember • Selasa, 11 November 2025 | 21:06 WIB
Diduga masjid menjadi salah satu dari 5 titik bom, begini kondisi masjid SMAN 72 Jakarta setelah ledakan. (CNA.id)
Diduga masjid menjadi salah satu dari 5 titik bom, begini kondisi masjid SMAN 72 Jakarta setelah ledakan. (CNA.id)

RADAR JEMBER — Insiden ledakan yang menggemparkan lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah memasuki babak penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

Peristiwa yang terjadi sebanyak dua kali, tepat saat pelaksanaan ibadah salat Jumat pada Jumat, 7 November 2025 lalu, sontak menyebar kepanikan luar biasa.

Tidak ada korban jiwa, dampak dari ledakan tersebut cukup parah, tercatat 96 orang mengalami luka-luka 67 korban diantaranya sudah diizinkan pulang ke rumah untuk menjalani pemulihan.

Seiring berjalannya proses penanganan korban dan sterilisasi lokasi kejadian (TKP) oleh tim gabungan Gegana dan Penjinak Bom (Jibom) Polri, misteri terkait siapa dalang di balik kejadian ini mulai terkuak.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah memberikan pernyataan resmi mengenai identitas terduga pelaku.

Fokus penyelidikan kini mengerucut pada lima fakta kunci yang menjadi landasan kepolisian untuk mengungkap motif dan latar belakang insiden ini secara menyeluruh.

1. Pelaku Berasal dari Lingkungan Sekolah Sendiri
Fakta yang paling mengejutkan sekaligus memprihatinkan adalah bahwa terduga pelaku bukanlah pihak luar, melainkan seorang siswa aktif dari SMAN 72 Jakarta itu sendiri.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kapolri usai menjenguk para korban di Rumah Sakit Islam Jakarta.

Ironisnya, sang terduga pelaku juga tercatat sebagai salah satu korban luka yang membutuhkan perawatan medis.

Kepolisian telah mengamankan siswa tersebut dan terus mendalami berbagai aspek, mulai dari latar belakang personal hingga motif spesifik di balik aksi yang menyebabkan kekacauan massal ini.

Pengungkapan identitas ini menjadi titik awal penting bagi pihak berwajib untuk merangkai kronologi kejadian secara utuh.

2. Jejak Digital dan Keluarga Turut Diperiksa
Dalam upaya pengumpulan data pendukung, penyelidikan kepolisian tidak hanya terfokus pada barang bukti fisik di TKP.

Tim penyidik juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap media sosial milik terduga pelaku.

Langkah ini penting untuk mengetahui jejak pengaruh yang mungkin melatarbelakangi perbuatannya.

Selain itu, pemeriksaan juga diperluas hingga mencakup media sosial dan lingkungan keluarga terduga pelaku.

Kapolri menjelaskan bahwa selain memeriksa akun-akun digital, kepolisian juga telah berhasil mengamankan sejumlah bukti pendukung lainnya, termasuk serbuk tertentu dan catatan-catatan yang diduga berkaitan dengan perencanaan atau persiapan aksi tersebut.

3. Terduga Pelaku Menjalani Operasi Bagian Kepala
Meskipun statusnya sebagai terduga pelaku, siswa tersebut tetaplah seorang korban yang mengalami cedera akibat ledakan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa terduga pelaku sempat menjalani perawatan intensif.

Luka yang dialami terduga pelaku tergolong serius, terutama di bagian kepala, yang mengharuskannya untuk menjalani tindakan operasi.

Selain itu, pelaku juga mengalami beberapa luka goresan di tubuhnya.

Perawatan dan pemulihan kondisinya menjadi perhatian, seiring dengan proses hukum yang tetap berjalan di bawah pengawasan ketat petugas.

4. Penjagaan Berlapis untuk Pelaku dan Korban
Menyikapi insiden yang berpotensi menimbulkan trauma dan dampak lanjutan, pihak kepolisian menetapkan prosedur penjagaan ketat.

Penjagaan ini tidak hanya difokuskan pada terduga pelaku yang sedang dirawat, tetapi juga terhadap para korban lain yang menjalani pemulihan di rumah sakit.

Tujuan utama dari langkah pengamanan ini adalah untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat, serta mencegah kemungkinan terjadinya dampak fatal yang lebih besar.

Kepolisian berharap situasi tetap kondusif dan proses penyembuhan, baik fisik maupun psikis, dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan keamanan.

5. Penemuan Bukti Saat Penggeledahan Rumah Korban
Sebagai tindak lanjut dari penetapan terduga pelaku, Polda Metro Jaya segera melakukan penggeledahan di rumah siswa tersebut.

Penggeledahan ini merupakan tahapan krusial dalam prosedur penyelidikan untuk mencari keterkaitan antara bukti yang ditemukan di lokasi ledakan dengan barang-barang yang dimiliki terduga di kediamannya.

Dari hasil penggeledahan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengamankan beberapa barang yang menunjukkan kesesuaian dengan temuan barang bukti di TKP SMAN 72.

Kesesuaian barang bukti ini menjadi penguat dugaan polisi dan mempertegas bahwa rangkaian peristiwa ledakan tersebut memang berhubungan erat dengan siswa yang kini berstatus terduga pelaku.

Dengan terungkapnya lima fakta ini, pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mendalami motif di balik aksi ledakan yang menyasar lingkungan sekolah ini.

Fokus selanjutnya adalah mengungkap alasan mendasar yang mendorong siswa tersebut melakukan perbuatan yang merugikan banyak pihak.

Perkembangan kasus ini akan terus diinformasikan seiring berjalannya penyidikan lebih lanjut.


Penulis: Lely Novita Rahmadani 

Editor : M. Ainul Budi
#polda metro #Masjid #Ledakan #jakarta selatan #Viral #SMAN 72 Jakarta