RADAR JEMBER – Proses pencairan bantuan sosial (bansos) bagi penerima baru dan penerima peralihan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mulai dilakukan di sejumlah wilayah besar seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
Berdasarkan laporan terbaru, dana bantuan yang masuk ke rekening penerima mencapai total hingga Rp2,9 juta, mencakup gabungan dari beberapa jenis bantuan sosial yang tertunda sebelumnya.
Menurut data dari Kementerian Sosial (Kemensos), penerima dengan KKS baru merupakan hasil alih salur dari mekanisme lama melalui Kantor Pos ke sistem penyaluran digital lewat bank-bank Himbara.
Proses ini memungkinkan pencairan bansos dilakukan langsung ke rekening penerima, tanpa perlu antre di kantor pos atau menunggu jadwal penyaluran manual.
Bantuan yang dicairkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Nilai pencairan yang diterima bervariasi, tergantung kategori penerima. Misalnya, penerima PKH dengan komponen anak sekolah dan ibu hamil dapat menerima hingga Rp2,4 juta, sedangkan saldo tambahan dari BPNT dan BLT Kesra menambah total pencairan menjadi sekitar Rp2,9 juta di beberapa rekening.
Pemerintah menegaskan bahwa pencairan kali ini juga merupakan akumulasi rapel dari tahap sebelumnya bagi penerima baru yang sempat mengalami kendala administrasi.
Sementara itu, ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jawa Barat dan Jawa Timur melaporkan bahwa saldo bantuan telah masuk ke rekening Himbara seperti BRI, BNI, dan Mandiri, serta BSI untuk wilayah dengan basis penyaluran syariah.
Sejumlah warga bahkan mengaku terkejut karena saldo yang masuk lebih besar dari biasanya, yang menandakan adanya pencairan ganda dari periode sebelumnya.
Pemerintah mengimbau seluruh penerima untuk memeriksa saldo KKS mereka secara mandiri melalui mesin ATM, mobile banking, atau datang langsung ke e-warung mitra bank penyalur.
Hal ini untuk memastikan dana bantuan dapat segera dimanfaatkan, terutama untuk pembelian bahan pangan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng.
Kemensos juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tautan atau pesan yang mengatasnamakan program bansos.
Semua proses pencairan resmi hanya dilakukan melalui jalur pemerintah dan bank penyalur yang ditunjuk, tanpa biaya tambahan.
Dengan pencairan tahap akhir 2025 ini, pemerintah berharap seluruh bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sekaligus mempercepat pemulihan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Penulis: Yasmin Alia Zuhriasa
Editor : M. Ainul Budi