Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

BENARKAH? Pertamina Tegaskan Pertalite Tidak Mengandung Etanol, Klarifikasi Isu BBM di Jawa Timur

Redaksi Radar Jember • Minggu, 2 November 2025 | 21:55 WIB
Armada milik Pertamina saat melakukan distribusi BBM ke sejumlah SPBU. (Dok. Pertamina)
Armada milik Pertamina saat melakukan distribusi BBM ke sejumlah SPBU. (Dok. Pertamina)

Radar Jember - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menepis kabar yang menyebutkan bahwa bahan bakar jenis Pertalite mengandung etanol.

Ia menegaskan, hingga saat ini Pertalite yang beredar di masyarakat tidak memiliki unsur etanol sama sekali.

“Untuk Pertalite, tidak ada campuran etanol di dalamnya. Kandungan etanol hanya terdapat pada produk Pertamax Green 95, itu pun sebesar 5 persen (E5) yang berasal dari molase tebu,” ujar Mars saat meninjau proses uji sampel BBM di SPBU Kayoon, Surabaya, Rabu (29/10/2025).

Mars menjelaskan, kadar etanol 5 persen yang terdapat dalam Pertamax Green 95 tidak menimbulkan efek negatif terhadap performa mesin kendaraan.

Menurutnya, etanol justru memiliki nilai positif selama penggunaannya sesuai standar.

“Faktor etanol 5 persen di Pertamax Green tidak berpengaruh buruk. Bahkan, kandungan itu punya nilai tersendiri, walau memang ada hal-hal teknis yang perlu diantisipasi,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pertama kali di Surabaya pada 24 Juli 2023, Pertamax Green 95 tidak pernah mendapat keluhan dari masyarakat.

Mars mengatakan, justru aduan yang masuk ke Pertamina lebih banyak terkait Pertalite, bukan produk berbahan etanol tersebut.

“Pertamax Green sudah dua tahun beredar dan berjalan baik. Kalau melihat laporan yang masuk, justru keluhan berasal dari pengguna Pertalite, bukan Pertamax Green 95,” kata Mars.

Lebih lanjut, Mars menjelaskan bahwa pengujian kandungan BBM di Jawa Timur dilakukan sepenuhnya oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBP MGB) LEMIGAS, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Semua proses pengambilan dan pengujian sampel dilakukan oleh LEMIGAS. Mulai dari metode pengambilan, pengujian kejernihan, hingga hasil akhir semuanya di bawah kewenangan lembaga tersebut. Alhamdulillah, hasilnya juga baik,” jelasnya.

Meski demikian, Mars menegaskan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Pihaknya telah membuka sejumlah posko pengaduan di Jawa Timur dan siap melakukan pemeriksaan serta mengganti kerusakan kendaraan bila memang terbukti terkait BBM.

“Kami memohon maaf jika ada pihak yang terdampak. Walaupun dugaan itu belum terbukti, kami akan tetap menindaklanjuti setiap laporan, termasuk melakukan perbaikan dan kemungkinan penggantian suku cadang kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian ESDM menegaskan bahwa program penerapan bensin campur etanol (E10) baru akan diberlakukan pada tahun 2027.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan pasokan bahan baku seperti singkong, jagung, dan tebu untuk kebutuhan produksi etanol di dalam negeri.

“Kebutuhan etanol pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton. Kami masih menyiapkan lahan dan pabrik pengolahannya, yang mungkin membutuhkan waktu satu setengah hingga dua tahun,” kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/10/2025).


Penulis: Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#bahlil #pt pertamina #BBM #etanol #spbu #pertamax green #Pertalite