Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Viral! Wakil Bupati Pidie Jaya Pukul Kepala SPPG saat Sidak, Akhirnya Minta Maaf Terbuka di Media Sosial

Imron Hidayatullahh • Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:36 WIB

Tangkapan layar saat Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya memukul Kepala SPPG Desa Sagoe. (Instagram/rencongdaily)
Tangkapan layar saat Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya memukul Kepala SPPG Desa Sagoe. (Instagram/rencongdaily)

Radar Jember - Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya memukul Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammad Reza.

Adapun kejadian tersebut terjadi saat kunjungan kerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis, (30/10/2025).

Permintaan maaf itu disampaikan Hasan melalui video berdurasi 45 detik yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Hasan mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara terbuka kepada korban maupun jajaran petugas gizi di wilayah tersebut.

“Saya memohon maaf atas kesilapan dan keteledoran saya terhadap perlakuan saya tadi pagi kepada Ananda Reza,” ucap Hasan dalam pernyataannya yang beredar di media sosial.

“Saya secara pribadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga dan SPPG Kecamatan Trienggadeng,” tambahnya.

BGN: Kekerasan terhadap Petugas Lapangan Tak Bisa Ditoleransi

Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan kekerasan terhadap petugas lapangan program MBG.

 Baca Juga: 641 Kepala Sekolah di Jawa Barat Resmi Dilantik, Mayoritas Ditempatkan di Daerah Asal

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan bahwa lembaganya tidak akan mentolerir bentuk kekerasan apa pun terhadap tenaga pelaksana di lapangan.

“Program MBG dijalankan dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong. Petugas bekerja penuh tanggung jawab sesuai petunjuk teknis,” ujar Sony di Jakarta pada Kamis (30/10/2025).

“Kekerasan terhadap mereka mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN lainnya, Nanik S Deyang menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi seluruh petugas yang terlibat dalam program MBG.

Nanik menyebut BGN telah mengirim tim pemantauan dan pengawasan wilayah untuk mendampingi korban serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

“Kami sudah mengarahkan tim untuk mendampingi korban dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan transparan,” ujarnya.

 Baca Juga: Presiden Brasil Syok Banyaknya Korban Tewas dalam Operasi Geng Narkoba di Rio de Janeiro

Kronologi Kejadian: Kunjungan Mendadak Berujung Kekerasan

Berdasarkan laporan resmi Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN tertanggal 30 Oktober 2025, kejadian bermula saat Hasan Basri melakukan kunjungan mendadak ke dapur makan bergizi gratis di Desa Sagoe tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kunjungan yang semula dimaksudkan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan berubah menjadi insiden ketika Hasan disebut membentak para relawan, mengeluarkan ancaman, serta memukul Kepala SPPG Muhammad Reza di hadapan petugas lainnya.

Situasi baru dapat dikendalikan setelah asisten pribadi Hasan melerai pertikaian tersebut.

Usai kejadian, korban bersama relawan dan koordinator wilayah segera melapor kepada Bupati Pidie Jaya.

Sang bupati dikabarkan menyarankan agar pihak SPPG menempuh jalur hukum bila merasa dirugikan atas tindakan tersebut.

Editor : Imron Hidayatullahh
#SPPG #Mbg #hasan basri #Wakil Bupati Pidie Jaya #pidie jaya