Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

WADUH! Ratusan Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan Masal Usai Santap Makanan Program MBG

Redaksi Radar Jember • Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:35 WIB
Muncul usulan dari DPR agar program MBG diatur dalam Undang-Undang. (indonesia.go.id)
Muncul usulan dari DPR agar program MBG diatur dalam Undang-Undang. (indonesia.go.id)

Radar Jember - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mengalami gejala diare massal.

Sebanyak 695 pelajar dari SMK Negeri 1 Saptosari dan SMP Negeri 1 Saptosari dilaporkan sakit perut usai menyantap makanan dari program tersebut pada Rabu (29/10).

Tidak hanya siswa, 10 guru pun turut mengalami gejala serupa.

Sehari kemudian, Kamis (30/10), tercatat 33 murid SMKN 1 Saptosari tidak masuk sekolah karena masih menderita gangguan pencernaan.

Direktur RSUD Saptosari, Damayanti Mustikarini, mengungkapkan bahwa dari 18 siswa yang sempat dibawa ke rumah sakit, satu pasien dirawat inap, tiga masih dalam pengawasan, dan 14 lainnya menjalani perawatan jalan.

“Seluruh pasien kini dalam kondisi stabil. Tidak ditemukan gejala berat, dan pasien yang dirawat inap sudah menunjukkan perbaikan,” ujar Damayanti.

Menanggapi insiden ini, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih langsung meninjau Dapur Sehat Program MBG di Planjan, Saptosari.

Dalam inspeksi mendadak yang diberitakan Kompas TV, Endah mengaku kecewa dengan kondisi dapur yang dinilai jauh dari standar kebersihan.

Ia bahkan menemukan pelanggaran serius, termasuk cara pencucian peralatan makan yang tidak sesuai prosedur.

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Planjan untuk dilakukan penyelidikan.

Koordinator Regional MBG DIY, Gagat Widyatmoko, menyampaikan bahwa penghentian operasional sementara merupakan langkah tanggung jawab untuk menjamin keamanan makanan bagi siswa.

“BGN sudah bekerja sama dengan Puskesmas Saptosari, RSUD Saptosari, dan Dinas Kesehatan Gunungkidul guna menyelidiki penyebab pasti kejadian ini,” jelas Gagat.

Selain itu, tim monitoring BGN turut diterjunkan ke lapangan untuk memastikan proses investigasi berjalan sesuai standar.

Pemeriksaan menyeluruh kini difokuskan pada kebersihan dapur, kualitas air, hingga cara penyimpanan bahan makanan di dapur SPPG Planjan.

Hingga proses investigasi rampung dan hasil evaluasi menyatakan aman, dapur tersebut dilarang beroperasi.

Program MBG di wilayah itu baru akan dilanjutkan kembali setelah seluruh standar keamanan pangan terpenuhi sepenuhnya.


Penulis: Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#murid #gunungkidul #Mbg #Guru #siswa #keracunan #diare #Makan Bergizi Gratis