Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aqua Jelaskan Sumber Air dan Proses Produksi Usai Sidak Gubernur Jabar di Pabrik Subang

Redaksi Radar Jember • Selasa, 28 Oktober 2025 | 01:06 WIB
Aqua Air Mineral 600ML. ( Lazada )
Aqua Air Mineral 600ML. ( Lazada )

Radar Jember - Perusahaan air minum dalam kemasan Aqua memberikan penjelasan resmi setelah kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke pabrik Aqua di Subang pada Rabu (22/10/2025).

Kunjungan tersebut menjadi sorotan publik lantaran Dedi mempertanyakan asal-usul sumber air yang digunakan dalam produksi Aqua, yang disebut berasal dari sumur bor.

Menanggapi hal itu, pihak Aqua menegaskan bahwa air yang digunakan bukanlah air tanah dangkal atau sumur bor biasa, melainkan berasal dari akuifer dalam di kawasan pegunungan yang terlindungi secara alami.

Aqua menjelaskan, seluruh produknya bersumber dari 19 mata air pegunungan di berbagai wilayah Indonesia.

Setiap sumber dipilih melalui sembilan kriteria ilmiah dan lima tahap penelitian yang memakan waktu minimal satu tahun.

Tim ahli dari berbagai bidang mulai dari geologi, hidrogeologi, hingga mikrobiologi, memastikan air diambil dari lapisan akuifer pada kedalaman 60–140 meter.

Lapisan ini, menurut perusahaan, terlindungi oleh batuan kedap air sehingga aman dari kontaminasi dan tidak memengaruhi sumber air milik warga sekitar.

Aqua juga mengutip hasil kajian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang menegaskan bahwa titik pengambilan air Aqua tidak bersinggungan dengan sumber air masyarakat.

Produksi Modern dan Higienis

Dalam pernyataannya, Aqua menegaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan secara otomatis dan tertutup tanpa melibatkan sentuhan tangan manusia.

Air dialirkan melalui pipa stainless steel berkualitas food-grade dan diolah menggunakan teknologi modern.

Sebelum dipasarkan, produk diuji melalui lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi, serta telah memenuhi standar keamanan pangan dari BPOM dan SNI.

Taat Regulasi dan Pajak

Perusahaan juga memastikan kepatuhannya terhadap seluruh ketentuan hukum yang berlaku. Aqua memiliki dan memperbarui Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) di setiap lokasi sumber air.

Semua volume pengambilan air dilaporkan secara transparan dan diaudit oleh instansi terkait seperti Badan Geologi dan Kementerian ESDM.

Selain itu, perusahaan menyatakan rutin membayar pajak air dan retribusi sesuai ketentuan.

“Manipulasi data tidak mungkin dilakukan karena pengawasan pemerintah sangat ketat,” tulis Aqua dalam keterangan resminya.

Komitmen terhadap Lingkungan

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan, Aqua menyebut telah menjalankan berbagai program konservasi air dan lingkungan. Perusahaan berupaya mengembalikan lebih banyak air ke alam dan masyarakat dibandingkan jumlah yang diambil.

Program konservasi berbasis daerah aliran sungai (DAS) ini meliputi penanaman lebih dari 2,5 juta pohon di berbagai wilayah, pembangunan lebih dari 2.300 sumur resapan, serta pembuatan 12.000 rorak untuk menjaga ketersediaan air tanah.

Dengan klarifikasi ini, Aqua berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih utuh mengenai proses pengelolaan airnya yang diklaim aman, transparan, dan berkelanjutan.

Penulis : Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#subang #KDM #kang dedi mulyadi #sumber mata air #aqua #gubernur jabar