Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gelombang PHK Bikin Pekerja Beralih ke Sektor Informal, Anies Baswedan Singgung soal Kepastian Penghasilan

M. Ainul Budi • Jumat, 10 Oktober 2025 | 21:38 WIB
Ilustrasi PHK
Ilustrasi PHK

RADAR JEMBER - Anies Baswedan menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantam dunia kerja di Indonesia dan menyebut bahwa angka PHK di Indonesia naik setiap tahunnya.

“Di tahun 2023, ada 64 ribu kasus, 2024 melonjak jadi 77 ribu kasus, dan baru setengah tahun ini di 2025 sudah lebih dari 42 ribu orang kehilangan pekerjaan,” ujar Anies dalam video yang diunggah di media sosial (medsos) Instagram pribadinya, dikutip pada Jumat, 10 Oktober 2025.

“Di balik angka-angka ini, ada ayah yang harus begadang memikirkan tagihan listrik, ada ibu yang harus menjelaskan ke anak kenapa tidak bisa beli susu, ada anak muda fresh graduate yang mimpinya buyar,” imbuhnya.

PHK Terjadi, Sektor Informal Makin Banyak Terisi

Anies kemudian menyinggung tentang perubahan pekerjaan yang harus dilakoni usai terkena PHK dari pekerjaan lamanya.

Ia menyebut, tak sedikit yang beralih ke sektor informal setelah PHK terjadi karena mencari pekerjaan bukan hal mudah.

“Yang lebih menyakitkan, sebagian besar dari mereka tidak pindah ke pekerjaan formal baru, tapi justru jatuh ke sektor informal. Berdagang kecil-kecilan, jualan online yang seadanya, ojek online atau jadi pekerja serabutan,” paparnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pekerjaan dari sektor informal memang memberi penghasilan, namun masih ada ketidakpastian yang membayangi.

“Memang ada penghasilan, tapi hidup jadi tidak pasti. Tidak ada BPJS, tidak ada THR, apalagi bicara pensiun. Jadi wajar kalau banyak yang merasa, ‘Kerjaan sih ada, tapi hidup tetap susah,’” tambahnya.

Menurutnya, pekerjaan pengganti tersebut hanya menunda kekhawatiran, bukan penyelesaian masalah.

Efek PHK Massal ke Banyak Sektor Perekonomian

Dalam video tersebut, Anies juga menyebut PHK massal bisa memberikan pengaruh hingga ke perekonomian, jadi tak hanya seputar permasalahan pekerja yang terimbas PHK saja.

“Ini adalah masalah kita semua, ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, maka daya beli masyarakat jadi turun,” tegasnya.

Pengaruhnya bisa menciptakan efek domino, yakni pasar sepi hingga para pedagang kecil yang ikut penjualannya ikut sepi.

Anies: Solusi Ciptakan Lapangan Kerja, Kuatkan Sektor Formal

Di bagian akhir video tersebut, Anies mengungkapkan solusi yang tak boleh tambal sulam, tetapi strategi dalam membuka lapangan kerja.

“Artinya mendorong sektor formal tumbuh sehat, memberi insentif bagi usaha yang menyerap tenaga kerja, dan melindungi pekerja dengan jaminan sosial,” ucapnya.

“Itu artinya negara harus hadir bukan hanya saat orang kehilangan kerja, tapi jauh sebelumnya dengan memastikan dunia usaha kondusif, tenaga kerja terlindungi. PHK massal adalah alarm kita tidak bisa hanya bicara angka pertumbuhan, tapi lebih penting adalah apakah setiap orang punya pekerjaan yang aman dan layak,” tuturnya.

10 Juta Orang per Tahun di Indonesia Butuh Kerja

Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Surya Lukita Warman, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ada 10,7 juta orang di Indonesia yang butuh pekerjaan setiap tahunnya.

Permasalahan penumpukan angkatan kerja yang menganggur sebelumnya ditambah dengan angkatan kerja baru ini juga jadi sorotan.

“Ada 10,7 juta orang yang butuh pekerjaan harus diopeni (diperhatikan) di mana amanat UUD 1945, seluruh warga negara berhak atas pekerjaan dan penghasilan layak untuk penghidupan,” ujar Lukita dalam acara media briefing di Kantor Pusat Pasar Kerja Kemenaker di Jakarta pada 26 September 2025 lalu.

Editor : M. Ainul Budi
#phk #Anies Baswedan #pekerja #sektor informal #Gelombang PHK