Bangka Belitung, Radar Jember – Suasana di Bangka Belitung, Senin (6/10) memanas bukan hanya karena pidato keras Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga karena sebuah drama singkat yang tertangkap kamera.
Detik-detik saat Prabowo mengumumkan kerugian negara mencapai Rp300 triliun dari tambang timah ilegal, sebuah colekan tangan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mendarat di paha kaki kiri Bos Danantara, Rosan Roeslani.
Baca Juga: Demi Sukseskan Program Prabowo, Bupati Fawait Bentuk Satgas MBG dan Ajak Warga Ikut Awas
Gerakan yang terjadi persis di belakang Presiden itu langsung viral dan memicu badai spekulasi.
Warganet bertanya-tanya, apakah itu sebuah isyarat kepanikan, pesan rahasia, atau sekadar kebetulan yang canggung di waktu yang sangat tidak tepat?
Kunjungan kerja Presiden kali ini memang bukan sekedar seremonial.
Pemerintah secara resmi menyita dan mengambil alih enam smelter nakal di kawasan PT Timah Tbk.
Didampingi jajaran penegak hukum, termasuk Jaksa Agung dan Panglima TNI, Prabowo mengirimkan sinyal “perang terbuka” terhadap mafia tambang.
“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja, totalnya hampir Rp300 triliun. Ini harus kita hentikan,” tegas Prabowo, ditemani sejumlah pejabat, kepada awak media.
Editor : M. Ainul Budi