Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Penerima MBG Dipertanyakan, DPR Sentil Kabar Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan

M. Ainul Budi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Suasana Dapur MBG di Lumajang. Pemerintah berniat melakukan evaluasi total terhadap program MBG dengan melakukan penutupan sementara dapur SPPG bermasalah sampai menyiapkan ahli gizi dari Kemenkes.
Suasana Dapur MBG di Lumajang. Pemerintah berniat melakukan evaluasi total terhadap program MBG dengan melakukan penutupan sementara dapur SPPG bermasalah sampai menyiapkan ahli gizi dari Kemenkes.

radar jember - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum mencapai target penerima manfaat.

Ia menyoroti pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut bahwa masih banyak anak-anak Indonesia makan dengan lauk garam.

Hal tersebut ia sampaikan ketika Komisi IX DPR RI rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu, 1 Oktober 2025.

DPR: MBG Program Mulia tapi Target Masih Meleset

Dalam rapat tersebut, Charles mengatakan MBG adalah program dengan niat mulia dari Presiden Prabowo untuk mengentaskan gizi buruk anak-anak Indonesia.

“Namun, dari sebaran dapur yang ada, saya belum melihat kalau ini adalah prioritas dari program MBG saat ini. Saya berharap ke depan atau bapak (Kepala BGN) bisa nggak sampaikan ke kita dapur-dapur yang sudah ada apakah sudah merefleksikan yang disampaikan bapak Presiden,” ujar Charles saat menyampaikan pendapatnya di rapat yang digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 1 Oktober 2025.

“Apakah sebaran dapur sudah banyak di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan di daerah-daerah yang memiliki kerentanan gizi buruk?” imbuhnya.

Menurutnya, jika dapur MBG hanya ada di kota besar, maka tujuan mulia pengentasan gizi buruk tersebut akan sulit dicapai.

Berharap Dapur MBG Menyasar Daerah Prioritas

Politikus dari Partai PDI-P itu juga meminta BGN untuk fokus pada pembangunan dapur MBG di daerah yang memang membutuhkan perbaikan gizi.

“Ke depan, saya berharap kita harus fokus membangun dapur-dapur dan menyediakan makanan untuk anak-anak kita yang ada di 3T,” ucapnya.

“Yang memang wilayah-wilayahnya rentan terhadap gizi buruk. Pak Menkes punya datanya tuh mana saja wilayah yang kemiskinan ekstrem, rentan terhadap gizi buruk. Fokus di sana, bukan di tempat orang yang banyak mampu,” terangnya.

Singgung Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan MBG

Mahfud MD yang beberapa waktu lalu menyampaikan cucunya juga menjadi korban keracunan MBG turut disinggung Charles dalam rapat DPR.

“Saya kaget sih kemarin tiba-tiba dapat berita cucunya Prof. Mahfud terkena keracunan juga, kan harusnya orang mampu ya, bukan menjadi prioritas penerima MBG,” tuturnya.

Mahfud MD sendiri mengungkapkan bahwa cucu keponakannya mengalami keracunan dari MBG yang ada di sekolahnya di Yogyakarta.

Menurut pengakuannya, ada 8 orang di kelas cucunya yang mengalami muntah usai menyantap makanan dari MBG.

Presiden Prabowo: Program MBG untuk Anak-anak Indonesia

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengklaim bahwa pelaksanaan MBG dilakukan dari uang negara yang berhasil diselamatkan dari berbagai tindakan korupsi selama dirinya memimpin.

“Inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis, sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat anak dan ibu-ibu hamil, tiap hari menerima makanan,” ujar Prabowo saat hadir di Munas PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada 29 September 2025.

“Ada kekurangan, iya. Ada keracunan makan, iya. Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen. Ini tidak membuat kita puas, tapi namanya usaha manusia yang demikian besar, yang belum pernah dilaksanakan, saya kira dalam sejarah dunia,” terangnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengakui ada kekurangan dalam pelaksanaan MBG, namun memiliki manfaat yang besar.

Editor : M. Ainul Budi
#mahfud md #SPPG #Mbg #dpr #keracunan #BGN