Radar Jember - Dua cucu mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menjadi korban keracunan masal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta.
“Cucu saya juga keracunan MBG di Jogja. Cucu ponakan. Jadi, saya punya keponakan, keponakan saya punya anak namanya Ihsan,” tutur Mahfud.
Mereka sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami muntah bersama sejumlah siswa lain di sekolah yang sama.
“Masih dirawat sampai kemarin saya di Yogyakarta. Mudah-mudahan hari ini sudah membaik,” kata Mahfud, melalui kanal Youtube pribadinya, Selasa (30/9).
Kasus ini membuat Mahfud menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut keracunan akibat MBG hanya 0,00017 persen dari total penerima program.
Menurutnya, sekecil apa pun angka yang tercatat, persoalan nyawa tidak boleh disepelekan.
“Sekecil apa pun, kalau sudah soal nyawa, itu harus menjadi perhatian serius,” tegas Mahfud.
Ia menilai, program MBG sebenarnya memiliki tujuan mulia untuk menyediakan gizi bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Namun, tanpa tata kelola yang tepat, program justru berpotensi menimbulkan tragedi berulang.
“Program bagus kalau dijalankan dengan manajemen yang benar. Kalau tidak, justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Oleh karena itu, Mahfud mengingatkan agar pemerintah lebih serius dalam pengawasan mutu makanan.
Menurutnya, keselamatan anak-anak yang menjadi penerima MBG harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
Kritik Mahfud ini sekaligus memperpanjang sorotan terhadap program MBG.
Selain keracunan, menu MBG yang telah basi dibagikan ke sekolah juga sempat menjadi polemik di Jember.
Editor : Imron Hidayatullahh