RADAR JEMBER – Tragedi kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut rombongan karyawan dan keluarga RS Bina Sehat Jember di jalur wisata Gunung Bromo menelan delapan korban jiwa dan puluhan luka-luka.
Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (14/9) di turunan Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Berikut lima fakta penting dari peristiwa yang menyisakan duka mendalam tersebut
1. Rem Bermasalah
Sopir bus IND’S 88 bernama Albahri (57) mengungkapkan bahwa rem kendaraan mulai bermasalah saat bus melintasi kawasan Jatian.
Tekanan angin pada sistem rem melemah, sehingga pedal rem tidak berfungsi maksimal. Ia mengaku sudah berusaha mengantisipasi dengan menarik rem tangan, tetapi tidak berhasil memperlambat laju kendaraan.
Kondisi itu membuat bus meluncur kencang saat memasuki jalur menurun menuju Desa Boto yang terkenal curam dan berbelok tajam.
2. Rombongan perjalanan wisata ini murni acara keluarga bukan acara dari Rumah sakit
Dirut RS Bina Sehat menegaskan bahwa perjalanan ke Bromo yang berujung tragedi bukanlah program resmi rumah sakit.
Rombongan tersebut merupakan inisiatif keluarga karyawan yang ingin berwisata bersama. Rumah sakit menolak anggapan bahwa kegiatan itu bagian dari agenda instansi.
3. Bus Menabrak Rumah Warga dan Terguling ke Parit
Ketika kendali bus hilang, sopir sempat membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan lebih besar.
Namun, laju kendaraan tetap tak terbendung. Bus menghantam pagar rumah warga serta sebuah sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan.
Setelah itu, badan bus oleng dan terguling, dengan posisi miring ke kanan masuk ke parit.
Benturan keras membuat sebagian penumpang terpental keluar dan kaca bus pecah berantakan.
Kondisi bus mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping kanan.
4. Delapan Orang Tewas, 44 Luka-Luka
Kecelakaan ini menewaskan delapan penumpang, yang sebagian besar adalah karyawan RS Bina Sehat dan anggota keluarga mereka.
Salah satunya adalah konten kreator TikTok asal Jember, Arti Wibowati atau Arti Bintang (34).
Selain korban meninggal, terdapat 44 orang mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun berat, dan langsung dievakuasi ke rumah sakit di Probolinggo.
Suasana duka menyelimuti Jember saat jenazah korban dipulangkan dan disemayamkan di RS Bina Sehat.
5. Sopir Dipersiapkan Jadi Tersangka
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa bus untuk diperiksa secara teknis.
Berdasarkan pengakuan sopir dan hasil penyelidikan awal, Albahri dipersiapkan menjadi tersangka.
Penetapan resmi menunggu laporan ahli dan analisis teknis dari Unit Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Timur.
Polisi menegaskan bahwa sopir akan dimintai pertanggungjawaban hukum apabila terbukti lalai.
6. Jalur Bromo Rawan, Pemeriksaan Armada Diperketat
Jalur menuju kawasan wisata Bromo dikenal rawan kecelakaan karena kontur jalan menurun curam, berliku, dan sempit.
Banyak kendaraan besar kesulitan menjaga kestabilan saat melewati medan tersebut.
Tragedi bus rombongan RS Bina Sehat ini menambah panjang daftar kecelakaan maut di jalur Bromo.
Polisi dan pemerintah daerah mengimbau agar setiap perusahaan transportasi pariwisata memperketat pemeriksaan armada, khususnya sistem pengereman, sebelum diberangkatkan.
Hal ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari
Penulis: Yunita Setyowati
Editor : M. Ainul Budi