Radar Jember - Nama jalan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) diusulkan untuk diganti menjadi Prosiwangi.
Usulan ini muncul karena nama lama dinilai tidak mewakili Kabupaten Situbondo, padahal jalur tol tersebut juga melintasi wilayah tersebut.
Prosiwangi sendiri merupakan akronim dari Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.
Dengan penambahan Situbondo dalam nama resmi, diharapkan daerah ini juga ikut terangkat secara nasional.
Bupati Situbondo, Khoirani Rio Prayogo, menyambut baik usulan ini.
Menurutnya, Situbondo berhak mendapatkan perhatian, karena masuk dalam jalur strategis pembangunan tol yang menghubungkan ujung timur Jawa dengan kawasan tapal kuda.
“Kami menyambut baik jika nama tol ini diubah. Situbondo juga bagian penting dari jalur ini,” ujarnya, dikutip dari Radar Kediri.
Direktur Utama PT Jasa Marga Probowangi, Adi Prasetyanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan perubahan nama tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa pergantian nama harus melalui prosedur resmi dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Tidak ada masalah jika memang pemerintah menginginkan perubahan nama. Kami mengikuti prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Saat ini pembangunan Tol Probowangi tahap pertama, yakni ruas Gending–Besuki, telah mencapai lebih dari 80 persen.
Jalan tol sepanjang 177 kilometer ini ditargetkan rampung pada awal 2026 dan menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans-Jawa.
Dengan adanya exit tol di wilayah Situbondo, khususnya di Besuki, Kabupaten Situbondo diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Perubahan nama menjadi Prosiwangi diharapkan membawa dampak positif, tidak hanya dari sisi identitas, tetapi juga promosi pariwisata dan perekonomian Situbondo.
Tol ini juga diperkirakan memangkas waktu tempuh dari Surabaya menuju Banyuwangi melalui Situbondo menjadi sekitar 3–4 jam saja. (Yunita Setyowati)
Editor : M. Ainul Budi