radar jember - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa keterlambatan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah bukan disebabkan oleh penutupan jalur Gumitir.
Menurutnya, meskipun kondisi jalan tersebut sudah rusak parah dan membahayakan, truk tangki BBM berkapasitas 32 kiloliter (kl) masih bisa melewatinya sebelum akhirnya ditutup demi alasan keselamatan.
Emil mengungkapkan bahwa kondisi jalan di kawasan Gumitir saat ini sudah sangate mengkhawatirkan.
"Sudah tinggal menunggu saatnya ambles," katanya. Karena alasan tersebut, pihaknya bersama Pertamina mengambil keputusan untuk menutup jalur tersebut. Ia pun menyatakan akan meninjau langsung kondisi jalan tersebut dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Emil menyebutkan bahwa rute alternatif dari arah Besuki juga mengalami kendala. Jembatan yang menjadi jalur utama tengah diperbaiki dan diperkirakan selesai pada Oktober.
Selain itu, jalur tersebut hanya bisa dilalui truk berkapasitas 16 hingga 24 kl, sehingga tidak semua distribusi BBM bisa dialihkan melalui jalur tersebut.
Menghadapi situasi ini, Pertamina telah melakukan langkah cepat dengan menggeser armada pengangkut BBM secara besar-besaran ke Surabaya.
Distribusi untuk wilayah Malang akan difokuskan melalui jalur Lumajang dan Jember dengan menggunakan truk-truk berkapasitas besar, sementara untuk wilayah Bondowoso akan menggunakan jalur Arak-Arak dengan truk berkapasitas 16 atau 24 kl.
Emil memastikan bahwa langkah pemulihan distribusi BBM ini telah dirancang matang. Ia meminta masyarakat tidak panik dan melakukan panic buying, karena stok BBM sejatinya tetap tersedia.
“Stok itu sudah dihitung, tangki-tangki penyimpanan SPBU sudah disesuaikan kapasitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan distribusi semata-mata karena proses mobilisasi BBM dari depo ke masing-masing SPBU membutuhkan waktu. Jika masyarakat memborong BBM secara berlebihan, maka akan timbul kesan kelangkaan meskipun sebenarnya stok mencukupi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pertamina terus berupaya mempercepat proses pemulihan distribusi BBM. Emil optimistis bahwa dalam satu hingga dua hari ke depan, distribusi akan kembali normal.
Namun, ia kembali mengingatkan bahwa panic buying justru akan memperparah situasi yang semestinya bisa segera teratasi.
“Kami sudah berjuang sampai ke Dirjen Pertamina, dan Pertamina juga sudah melakukan langkah-langkah strategis. Kami pastikan BBM aman, masyarakat harap tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” pungkas Emil. (faq)
Editor : M. Ainul Budi