Radar Jember – Prestasi membanggakan diraih Cafe More Wyata Guna yang berhasil masuk dalam 70 peserta terpilih dari total 1.736 pendaftar Program Perintis Berdaya 2025.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Keberhasilan ini tak hanya menjadi pengakuan atas kualitas produk Cafe More.
Tetapi juga menjadi simbol kemajuan usaha inklusif yang dijalankan oleh para difabel.
Robi Fadillah, barista tunanetra yang mewakili Cafe More Wyata Guna, turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Bootcamp Berdaya Bersama yang berlangsung di Hotel Mercure Bandung pada 18–20 Juni 2025.
Program ini ditutup dengan Bazar Berdaya Bersama yang digelar meriah di Jalan Braga pada 21 Juni 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Cafe More menampilkan aneka produk unggulan berbasis kopi, teh, dan cokelat.
Mulai dari minuman kemasan siap konsumsi hingga bubuk siap seduh, termasuk berbagai camilan hasil karya para penyandang disabilitas dari Sentra Wyata Guna Bandung.
Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koordinator PMK Muhaimin Iskandar dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Kepala Sentra Wyata Guna Sri Harijati menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Cafe More yang dianggap membuktikan kemampuan penyandang disabilitas dalam berwirausaha.
“Ini adalah bukti bahwa penyandang disabilitas mampu berkontribusi secara konkret dalam ekonomi kreatif. Kami di Sentra Wyata Guna selalu mendorong mereka untuk mandiri dan kompetitif,” kata Sri Harijati, dikutip Radar Jember dari laman Kemensos.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Cafe More dalam program nasional seperti Perintis Berdaya memberi ruang dan akses lebih luas bagi para pelaku usaha disabilitas.
“Melalui dukungan Kemensos, Cafe More bukan hanya tempat pelatihan, tapi menjadi model nyata pemberdayaan. Mereka tidak sekadar dilatih, tetapi diposisikan sebagai pelaku usaha yang sejajar,” lanjutnya.
Editor : Imron Hidayatullahh