Radar Jember – Menteri Koperasi atau Menkop Budi Arie Setiadi mengaku banyak sekali kritikan masuk mengenai pembentukan Koperasi Merah Putih atau KMP.
Menurutnya, perhatian public tersebut ditakutkan melengceng dari prinsip koperasi yang ada selama ini.
Seperti diketahui, koperasi biasanya dibentuk atas kesadaran bersama secara gotong royong.
Namun, Koperasi Merah Putih,disebut oleh banyak orang, terbentuk bukan atas keinginan arus bawah, tetapi karena program pemerintah pusat.
Menuikapi ini, Menkop Budi Arie menjelaskan, pembentukan Koperasi Merah Putih sejatinya dibentu dari arus bawah yaitu melalui Musyawarah Desa Khusus atau Musdesus.
Hanya saja, gagasan programnya dilakukan secara top down atau menjadi program nasional.
Sementara, untuk pembentukan tetap diserahkan ke masing-masing desa melalui Musdesus.
“Gagasannya top down. Itu kritik yang juga saya sering dengar dari masyarakat. Tapi saya bilang, tetapi esensinya kan pembentukannya dari bawah. Lewat forum yang namanya Musyawarah Desa/Kelurahan Merah Putih.,” ucap Budi Arie seperti dikutip dari medis Metro TV, Rabu 18 Juni 2025.
Untuk itu lah, kritik koperasi dengan sistem top down menurutnya kurang pas.
Benar, program dan gagasannya top down, namun pembentukan dari awal tetap dilakukan berdasar partisipasi yang dikemas melalui musdesus.
“Praktiknya tetap partisipasi dari bawah. Karena masyarakat, warga sangat menyadari pentingnya koperasi untuk membantu mereka dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya. (nur)
Editor : Nur Hariri