Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Foto Penambangan Raja Ampat Disebut Manipulasi AI, Kemkomdigi Bakal Luncurkan Roadmap Tata Kelola AI

Mega Silvia RJ • Selasa, 17 Juni 2025 | 05:48 WIB
GUNDUL: Potret aktivitas penambangan di salah satu pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sejumlah pihak menyebut bahwa gambar tersebut adalah rekayasa AI. (Instgram greenpeaceid)
GUNDUL: Potret aktivitas penambangan di salah satu pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sejumlah pihak menyebut bahwa gambar tersebut adalah rekayasa AI. (Instgram greenpeaceid)

Radar Jember - Kecanggihan teknologi Artificial Intelligence atau AI kini menjadi tantangan baru dalam dunia digital, terutama dalam membedakan mana konten asli dan mana hasil manipulasi.

Baru-baru ini, publik sempat dihebohkan beredarnya foto yang diduga menunjukkan aktivitas penambangan nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Foto tersebut menampilkan citra wilayah yang tampak seperti pulau dengan permukaan gundul, yang kemudian menimbulkan berbagai reaksi dan kekhawatiran di media sosial.

Meski belum terverifikasi kebenarannya, sejumlah pihak menduga konten tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis AI yang sulit dikenali secara kasat mata.

Meski banyak pihak terutama aktivas lingkungan menentang opini bahwa foto tersebut adalah AI.

Menanggapi hal ini, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan sekaligus Plt Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi, Marolli J Indarto, mengingatkan pentingnya ketelitian dalam menerima dan membagikan informasi digital.

Hal ini dikutip Jawa Pos Radar Jember dari lansiran Jawa Pos 14 Juni, Marolli mengatakan, hasil visual dari AI sering memiliki tone atau pola khusus yang bisa dianalisis secara teknis.

Meski memang tidak mudah dikenali oleh masyarakat umum.

“Membedakan secara AI ini memang harus diakui memang susah. Memang harus lebih mendalam,” ujarnya, Jumat (13/6).

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah tengah menyusun roadmap atau peta jalan tata kelola AI yang direncanakan akan diluncurkan pada Juli mendatang oleh Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi RI.

Langkah ini dilakukan agar pemanfaatan teknologi AI di Indonesia dapat berjalan secara etis, bertanggung jawab, dan sesuai regulasi yang disiapkan.

Melalui akun Instagram resminya, Kemkomdigi, menuliskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem media digital melalui tiga agenda utama.

Pertama, literasi digital menyeluruh. Sebuah upaya agar masyarakat semakin cerdas dalam memilih informasi dan tidak mudah termakan hoaks.

Kedua, etika dan tata kelola teknologi termasuk pengawasan konten, platform, dan penggunaan Al.

Penguatan SDM media dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas jurnalis agar siap menghadapi era digital dan disrupsi teknologi.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan, media memiliki peran penting sebagai penjaga gerbang informasi yang benar di tengah derasnya arus konten digital.

“Ruang digital yang sehat dimulai dari informasi yang sehat, maka media berperan penting menjadi penjaga gerbang informasi yang benar," terangnya.

Dengan semakin realistisnya hasil visual dari AI, literasi digital menjadi kunci agar publik tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu faktual. (sil)

Editor : Nur Hariri
#papua #ai #Kemkomdigi #raja ampat #meutya hafid