Radar Jember - Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Salah satu strategi yang diusulkan adalah menjadikan keluarga siswa Sekolah Rakyat sebagai prioritas utama.
Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam rapat koordinasi pembahasan urgensi regulasi pemanfaatan dana CSR dan filantropi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Akan Diluncurkan Juli 2025, Wamensos Tegaskan Pentingnya Sinergi Satgas
“Kalau saya usul mari kita berangkat dari keluarga siswa Sekolah Rakyat,” ujar Agus Jabo, dilansir Radar Jember dari laman Kemensos RI.
Menurutnya, keluarga siswa Sekolah Rakyat merupakan kelompok yang sudah terverifikasi dan mudah dijangkau.
Mereka juga mayoritas berasal dari kalangan buruh dan keluarga miskin.
“Itu sudah by name by address dan kita sudah ground-check, kita sudah punya daftarnya, mau ke sana kapan saja ada, dan sudah pasti rata-rata keluarganya buruh, pasti tepat sasaran,” jelasnya di hadapan perwakilan kementerian dan lembaga yang hadir.
Baca Juga: Lengkap! Ini Persyaratan dan Tahapan Seleksi Guru PPPK Sekolah Rakyat
Agus Jabo menambahkan, langkah ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang ingin agar anak-anak dari keluarga miskin tidak hanya mendapatkan akses pendidikan gratis.
Namun, juga agar keluarganya diberdayakan dan tempat tinggal mereka diperbaiki.
"Presiden memerintahkan negara harus menyekolahkan mereka (anak-anak dari keluarga miskin, Red), terus keluarga dan rumahnya harus kita urus,” katanya.
Ia berharap program-program pemberdayaan dari berbagai pihak bisa difokuskan kepada keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat/
Supaya dampak program benar-benar terasa di masyarakat bawah.
Editor : Imron Hidayatullahh