Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sekolah Rakyat Usung Kurikulum Fleksibel, Kemensos Studi Banding ke Sekolah Unggulan

Imron Hidayatullahh • Rabu, 11 Juni 2025 | 14:30 WIB
Kemensos melakukan studi banding (benchmarking) ke beberapa sekolah unggulan demi mencari komparasi penerapan kurikulum di Sekolah Rakyat.  (Kemensos RI)
Kemensos melakukan studi banding (benchmarking) ke beberapa sekolah unggulan demi mencari komparasi penerapan kurikulum di Sekolah Rakyat. (Kemensos RI)

Radar Jember - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan kurikulum khusus bagi Sekolah Rakyat yang akan mulai dibuka pada tahun ajaran 2025/2026.

Kurikulum ini mengusung konsep pengelolaan Multi Entry–Multi Exit serta pendekatan pembelajaran yang dirancang khusus (tailor-made) untuk melahirkan generasi muda sebagai agen perubahan.

“Kami melibatkan beberapa kementerian dan lembaga untuk berdiskusi, dan sesuai arahan Pak Menteri Sosial nanti kurikulum Sekolah Rakyat itu khasnya model desain kurikulum tailor made, pola pengelolaannya Multi Entry–Multi Exit, dan berasrama tentunya,” ujar Sekretaris Jenderal Kemensos RI Robben Rico di Jakarta, Senin (9/6/2025), dikutip dari laman Kemensos RI.

Baca Juga: Gencar Bangun Sekolah Rakyat, Tapi Siswa SD Negeri di Jember Ini Masih Lesehan karena Kelas Tak Dibangun

Fleksibel, Sesuai Kebutuhan Siswa

Dengan sistem Multi Entry–Multi Exit, siswa memiliki fleksibilitas untuk memilih jalur belajar sesuai minat dan kebutuhan.

Kurikulum ini juga memberi ruang bagi latar belakang dan kemampuan siswa yang beragam agar dapat berkembang secara optimal.

“Melalui kurikulum khusus modifikasi tersebut, siswa fleksibel mempelajari sesuatu sesuai peminatan,” lanjut Robben.

Belajar dari Sekolah Unggulan

Untuk menyusun kurikulum yang relevan, Kemensos melakukan studi banding ke sejumlah sekolah unggulan di Indonesia, seperti MAN Insan Cendekia Serpong, CT Arsa Sukoharjo, dan Al Hikmah Batu.

Hasil kunjungan ini menjadi bahan pembanding dan inspirasi dalam perancangan model pendidikan Sekolah Rakyat.

Dari hasil benchmarking tersebut, Kemensos menilai perlunya mengintegrasikan pengalaman belajar yang merata di antara siswa, serta menyelaraskan substansi pelajaran dengan kompetensi yang ditargetkan.

Masa Persiapan dan Asesmen Awal

Sebelum proses pembelajaran dimulai, siswa akan menjalani masa orientasi yang dirancang untuk mempersiapkan mereka menghadapi sistem asrama dan kurikulum baru. Dalam tahap ini juga dilakukan asesmen diagnostik untuk memahami karakteristik, potensi, serta kebutuhan setiap siswa.

Baca Juga: Nyala Harapannya Tak Padam oleh Air dari Atap Bocor, Ely Menatap Tegak Masa Depan lewat Sekolah Rakyat di Magelang

Pendekatan Individual dan Penguatan Nilai Karakter

Kurikulum Sekolah Rakyat akan mengedepankan pendekatan pembelajaran individual dan mendalam (deep learning).

Fokus utamanya tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, spiritualitas, cinta tanah air, serta penguasaan bahasa.

“Kurikulum yang sama juga akan diterapkan pada setiap jenjang mulai dari SD, SMP, dan SMA. Muatan pembelajarannya disesuaikan berdasarkan tingkatan satuan pendidikan untuk melihat proses capaian pembelajarannya,” ujar Robben.

Sinergi Lintas Kementerian

Penyusunan kurikulum ini melibatkan kerja sama lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

Kurikulum yang dihasilkan merupakan modifikasi dari materi yang telah diterapkan di sekolah-sekolah eksisting.

“Metode ini membuat masing-masing muatan yang terdapat di dalam kurikulum sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang existing dengan sedikit penyesuaian. Tinggal dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari Sekolah Rakyat,” kata Robben.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dianggap Solusi, Tapi Benarkah Siap Jalan di Jember? Ini Kata Komisi D DPRD Jember

Dibuka di 65 Lokasi, Target 100 Sekolah

Sekolah Rakyat direncanakan akan mulai beroperasi di 65 titik lokasi pada tahun ajaran 2025/2026, dengan target ekspansi hingga 100 titik di seluruh Indonesia.

Persiapan telah dilakukan secara bertahap, mencakup peninjauan lokasi, pembangunan sarana-prasarana, rekrutmen tenaga pengajar, serta sosialisasi kepada calon siswa dan orang tua.

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan.

Melalui Sekolah Rakyat, Kemensos berharap bisa memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Nantinya, Sekolah Rakyat menjadi pencetak agen perubahan dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sekolah Rakyat #Inpres Nomor 8 Tahun 2025 #tailor made #kemensos #Deep Learning #kurikulum