Radar Jember - Setelah ditangkap, pelaku berinisial IDG, warga Denpasar, Bali, dihadirkan dalam konferensi pers ungkap perkara di Mapolres Gresik pada Selasa (3/6/2025).
Ia merupakan admin sekaligus inisiator grup menyimpang tersebut.
Admin grup inses “Cinta Sedarah” ini mengaku tidak memiliki motif ekonomi.
Ia menyatakan bahwa dirinya terobsesi pada tantenya sendiri, hingga akhirnya membentuk grup Facebook tersebut sebagai wadah untuk menyalurkan fantasinya.
Melansir Radar Gresik, penangkapan IDG berawal dari laporan seorang warga Gresik yang secara tidak sengaja menemukan unggahan tidak senonoh di dalam grup tersebut.
Baca Juga: Guru Ngaji di Jember Cabuli Empat Santri, Parahnya Dilakukan di Musala
Laporan itu segera ditindaklanjuti oleh pihak Polres Gresik.
Polisi kemudian melakukan penelusuran digital dan berhasil mengidentifikasi IDG sebagai admin grup.
Pria 44 tahun bertanggung jawab dalam menyaring anggota dan mengelola konten yang diunggah.
Grup tersebut berisi konten vulgar; sejumlah foto dan video yang diunggah menggambarkan adegan asli.
Meski sebagian lainnya direkayasa menggunakan teknologi AI.
Jumlah anggota grup tak lazim ini mencapai 32 ribu orang.
IDG juga mengakui bahwa beberapa anggota berasal dari Gresik, meski ia menyatakan tidak pernah berinteraksi secara langsung dengan mereka.
Setelah menimbulkan keresahan masyarakat dan menuai kecaman, tersangka akhirnya menonaktifkan grup tersebut dan menyampaikan penyesalannya.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Abid Uwais Al-Qarni Aziz menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menelusuri aktivitas para anggota grup.
”Banyak postingan yang melanggar kesusilaan. Kami masih terus mendalami jaringannya,” kata mantan kasat reskrim Polres Jember itu, dikutip dari Jawa Pos, Rabu (4/6/2025).