radar jember - Berita baik bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan kembali membuka Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan berbagai kemudahan mulai 1 Januari 2025.
Program ini dimaksudkan untuk membantu UMKM mengembangkan bisnis mereka dengan dukungan keuangan.
KUR BRI 2025 menawarkan cicilan dan angsuran yang rendah bagi penerimanya, dengan suku bunga yang kompetitif.
Besaran cicilan dan angsuran KUR BRI 2025 bervariasi tergantung pada jumlah pinjaman dan jangka waktu tenor yang dipilih.
Misalnya, pinjaman dengan plafon 10 juta rupiah memiliki angsuran mulai dari Rp 216 ribu per bulan dengan tenor hingga 60 bulan.
Sebaliknya, pinjaman dengan plafon hingga 50 juta rupiah memiliki tenor hingga 5 tahun dengan cicilan yang tetap terjangkau.
Untuk mendapatkan akses ke KUR BRI 2025, calon debitur harus memenuhi beberapa persyaratan.
Salah satu persyaratan utama adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha yang menghasilkan keuntungan dan telah beroperasi selama minimal enam bulan.
Selain itu, kecuali kredit konsumtif seperti KKB, KPR, dan kartu kredit, bank tidak memberikan kredit usaha kepada calon debitur.
KUR BRI 2025 ditujukan untuk pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) yang membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan bisnis mereka.
Tujuan dari program ini adalah untuk menjadikan usaha kecil dan menengah (UMKM) sebagai komponen penting dari ekonomi nasional.
Diharapkan dengan adanya KUR BRI 2025, lebih banyak UMKM akan memiliki kemampuan untuk meningkatkan ukuran bisnis mereka dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Dengan membawa dokumen persyaratan lengkap, pengajuan KUR BRI 2025 dapat dilakukan secara langsung di kantor cabang BRI terdekat.
Bagi mereka yang sudah memiliki akun KUR BRI, pengajuan juga dapat dilakukan secara online melalui situs web resmi KUR BRI. Menurut pemerintah dan BRI, program ini diharapkan dapat membantu bisnis kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Penulis: ALI RIDO MAHBUB
Editor : M. Ainul Budi