radar jember - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mengakselerasi proyek reaktivasi jalur kereta api Banjar–Pangandaran–Cijulang sepanjang 82 kilometer.
Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2025 dan diharapkan menjadi pendorong utama sektor pariwisata serta perekonomian di wilayah selatan Jawa Barat.
Jalur Banjar–Pangandaran–Cijulang merupakan peninggalan era kolonial Belanda yang dibangun antara tahun 1913 hingga 1915.
Di sepanjang lintasan ini terdapat infrastruktur bersejarah seperti tiga terowongan ikonik—Hendrick, Juliana, dan Wilhelmina—serta jembatan Cikacepit yang menjadi daya tarik tersendiri.
Reaktivasi jalur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas, tetapi juga melestarikan warisan budaya dan sejarah perkeretaapian Indonesia.
Proyek reaktivasi ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp5,5 triliun.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan rel, jembatan, terowongan, serta pembebasan lahan dan penataan ulang permukiman yang terdampak.
Reaktivasi jalur ini telah masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat bagian selatan, yang direncanakan selesai hingga tahun 2030.
Pemerintah daerah optimistis bahwa reaktivasi jalur ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Akses kereta api akan mempermudah distribusi hasil laut dan pertanian dari Pangandaran ke berbagai wilayah di Jawa Barat.
Selain itu, sektor pariwisata diperkirakan akan meningkat signifikan seiring dengan kemudahan akses wisatawan ke destinasi unggulan, seperti Pantai Pangandaran dan Green Canyon.
Meski proyek ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, sejumlah tantangan masih dihadapi, termasuk pembebasan lahan dan penataan ulang permukiman warga yang terdampak.
PT KAI telah memulai pemetaan jalur lama untuk menilai kondisi rel, jembatan, dan terowongan yang ada.
Proses ini juga mencakup pendataan jumlah rumah warga yang harus ditertibkan serta jumlah pohon yang harus ditebang.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan bahwa reaktivasi jalur KA Banjar–Cijulang merupakan salah satu dari lima jalur yang akan dihidupkan kembali tahun ini.
Ia menegaskan bahwa proyek ini menjadi prioritas untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN, proyek reaktivasi jalur KA Banjar–Pangandaran diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian warisan sejarah dapat berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur modern.
penulis : Shinta Churrin Sayyidatinnisa
Editor : M. Ainul Budi