Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sempat Terbengkalai, Nostalgia Taman Remaja Surabaya Dulu dan Kini

M. Ainul Budi • Jumat, 16 Mei 2025 | 23:00 WIB
Sempat Terbengkalai, Nostalgia Taman Remaja Surabaya Dulu dan Kini Sumber foto: Sumeks Radio
Sempat Terbengkalai, Nostalgia Taman Remaja Surabaya Dulu dan Kini Sumber foto: Sumeks Radio

Radar Jember - Kota Surabaya terkenal dengan gemerlap lampu kota dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.

Namun, siapa sangka, dibalik hingar bingarnya, ada satu tempat yang dahulu menjadi oase keceriaan bagi warganya, namun kini hanya menyisakan kenangan, yakni Taman Remaja Surabaya (TRS).

Didirikan pada 20 Agustus 1971, TRS awalnya bertujuan sebagai ruang hiburan untuk membantu masyarakat Surabaya mengatasi trauma pasca peristiwa G30S/PKI 1965.

Dengan berbagai wahana permainan dan panggung hiburan, TRS menjadi simbol kebangkitan semangat warga kota Surabaya.

Pada masa kejayaannya, terutama antara tahun 1990 hingga 2012, TRS selalu ramai dikunjungi.

Wahana seperti bianglala, kora-kora, rumah hantu, dan monorail menjadi favorit pengunjung.

Harga tiket yang terjangkau, mulai dari Rp1.000 hingga Rp15.000, menjadikan TRS destinasi hiburan keluarga favorit dengan harga yang merakyat.

Selain itu, tak hanya sebagai tempat rekreasi keluarga, TRS juga menjadi wadah untuk menghidupkan kebudayaan lokal dimana pertunjukan seni seperti Srimulat mendapatkan apresiasi yang tinggi oleh masyarakatnya.  

Namun, seiring berjalannya waktu, TRS mulai kehilangan pesonanya sejak munculnya pusat-pusat hiburan modern seperti mal dan taman bermain baru hingga membuat TRS ditinggalkan dan mengalami penurunan pengunjung secara drastis.  

Pada tahun 2018, jumlah pengunjung menurun hingga menjadi hanya 5-7 orang per hari.

Kondisi ini diperparah dengan berbagai pelanggaran administratif oleh pengelola, PT Sasana Taruna Aneka Ria (STAR), termasuk ketidaksesuaian bangunan dengan IMB, pelanggaran Perwali tentang tata cara penyelenggaraan usaha pariwisata, dan masalah perizinan lainnya.

Akhirnya, pada Agustus 2018, garis polisi dipasang, serta area yang dahulu penuh tawa kini sunyi dan terbengkalai, Pemkot Surabaya menyegel TRS.

Bangunan-bangunan usang, wahana yang rusak, dan kolam yang dipenuhi air hujan menjadi pemandangan sehari-hari.

Namun, pada 17 Agustus 2024 lalu, Pemkot Surabaya melakukan peresmian TRS dengan nama dan wajah baru, Surabaya Expo Center (SEC).

SEC dirancang memiliki era terbuka seluas 1,7 hektare yang digunakan untuk konser dan pertunjukan seni budaya, serta rencana pembangunan gedung tertutup seluas 2,7 hektare untuk ruang konser indoor.

Selain itu, area ini juga dirancang untuk mendukung ekonomi lokal dengan menyediakan ruang bagi UMKM dan rencana pembangunan fasilitas tambahan seperti arena skateboard dan bowling.

Dengan transformasi ini, Taman Remaja Surabaya tidak hanya menghidupkan kembali kenangan masa lalu, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan budaya dan kreativitas di Kota Pahlawan.

Penulis: Zahra Fadia Siti haliza

Editor : M. Ainul Budi
#Surabaya #nostalgia #G30S/PKI #terbengkalai #Taman Remaja Surabaya