Belakangan ramai penolakan terhadap hadirnya ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Bali.
Bahkan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta tegas menyatakan bahwa Bali tidak membutuhkan kehadiran organisasi masyarakat (ormas) luar daerah untuk menjaga keamanan di Bali.
Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa Bali sudah dijaga TNI dan Polri, plus pecalang di berbagai desa adat.
Pernyataan itu muncul setelah viralnya video pelantikan Ketua DPD GRIB Jaya Bali Yosef Nahak, yang diikuti berbagai respons penolakan dari masyarakat.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah fakta tentang GRIB Jaya sejak didirikannya.
GRIB didirikan oleh Rosario de Marshal pada 2011. Atau lebih dikenal dengan nama Hercules.
Dan kini, Hercules menjabat sebagai ketua umumnya.
Hercules adalah mantan preman Tanah Abang.
Dia dikenal karena pengaruh dan jaringannya.
Termasuk memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh politik.
Ormas ini mengklaim memiliki jaringan nasional yang luas.
Struktur organisasinya mulai dari dewan pimpinan pusat (DPP) sebagai pusat komando tingkat nasional, dewan pimpinan daerah (DPD) di tingkat provinsi, dewan pimpinan cabang (DPC) di tingkat kabupaten/kota, pimpinan anak cabang (DPC) tingkat kecamatan, hingga ranting sebagai unit terkecil.
Meskipun visinya berkontribusi dalam pembangunan dengan bersinergi bersama pemerintah dan aparat keamanan, aktivitasnya tak jarang mengundang kontroversi.
Pada Januari 2025 lalu, GRIB Jaya terlibat bentrok dengan ormas lain di Blora, Jawa Tengah.
April 2025, anggota GRIB Jaya terlibat pembakaran tiga mobil milik polisi di kawasan Harjamukti, Depok.
Selain itu, Ketua Grib Jaya Jawa Barat Gabryel Alexander Etwiorry juga pernah terlibat ketegangan Dengan Gubernur Jabat Dedi Mulyadi.
Setelah viral video pelantikan Ketua DPD GRIB Jaya Bali Yosef Nahak, muncul berbagai respons penolakan dari masyarakat.
Editor : Imron Hidayatullahh