radarjember.id - Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih gencar membahas rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Ini dibentuk sebagai upaya untuk mengentas kemiskinan. Di lapangan, meskipun program ini mulai digulirkan, namun ada sejumlah opini-opini yang meragukannya.
Dalam rapat menteri kabinet itu, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyebut Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh desa.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih itu, kata Budi, tujuan pertama itu untuk kepentingan masyarakat desa. "Karena di Koperasi Desa Merah Putih itu untuk memutus mata rantai kemiskinan di desa dan juga bagaimana masyarakat desa bisa meningkat penghasilannya,” ucapnya.
Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut, peran desa sangat strategis untuk menopang perekonomian nasional.
Dikatakan, setidaknya 44 persen penduduk Indonesia masih tinggal di desa. Apabila dibiarkan tanpa intervensi, ekonomi di desa akan semakin mundur dan ketinggalan jauh dengan negara lain yang sudah maju.
“Warga Jepang sebanyak 84 persen atau 86 persen tinggal di kota. Desa ditinggalkan, padahal desa ini bisa menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi," kata Tito. Padahal, desa bisa diperkuat dan bisa menjadi sentra ekonomi.
Di sisi lain, Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat mencegah keterpurukan warga desa yang selama ini terjerat dengan bank harian dan pinjaman online (pinjol).
Untuk itu, semua desa akan didirikan Koperasi Merah Putih dengan target pendirian 80 ribu koperasi.
"Presiden Prabowo menyampaikan Koperasi Desa Merah Putih ini untuk memutuskan rentenir, tengkulak, pinjaman online yang menjerat dan menjadi sumber kemiskinan masyarakat desa. Koperasi hadir untuk membantu warga. Salah satu unitnya ada simpan pinjam," jela Tito. (nur)
Editor : Nur Hariri