radar jember - Kabar duka datang dari dunia kuliner dan budaya Yogyakarta. Hamzah Sulaiman, pendiri restoran ikonik The House of Raminten, meninggal dunia pada Rabu malam (23/4) pukul 22.34 WIB di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 75 tahun.
Hamzah Sulaiman, yang memiliki nama lengkap Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanaya Hamidjinindyo, dikenal luas sebagai sosok eksentrik, kreatif, dan penuh dedikasi dalam melestarikan budaya Jawa.
Karakter "Raminten" yang ia ciptakan pertama kali hadir melalui sitkom lokal di Jogja TV, sebelum akhirnya diwujudkan menjadi restoran The House of Raminten pada 26 Desember 2008.
Restoran tersebut dikenal karena menyajikan makanan tradisional Jawa dalam suasana unik dan penuh nuansa budaya, menjadikannya destinasi kuliner wajib bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Tak hanya di dunia kuliner, Hamzah juga aktif sebagai pengusaha batik lewat Hamzah Batik (dulunya Mirota Batik), yang sudah berdiri sejak 1979 di kawasan Malioboro.
Sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta, ia juga menerima gelar kehormatan KMT atas jasanya dalam pelestarian budaya.
Jenazah Hamzah saat ini disemayamkan di Rumah Duka PUKJ Yogyakarta, Kasihan, Bantul, dan rencananya akan dikremasi pada Sabtu, 26 April 2025.
Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga masyarakat Yogyakarta dan para pecinta budaya yang selama ini mengagumi karya-karyanya.
Editor : M. Ainul Budi